Suara.com - Memasuki fase pemulihan (recovery) perekonomian pasca dua tahun pandemi, saham-saham dengan fundamental positif menjadi pilihan utama investor. Hal ini menjadi bagian dari sentiment positif selain faktor kinerja masing-masing perusahaan seperti tercermin pada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Unilever Tbk (UNVR).
Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan ketika pandemi akibat Covid-19 terjadi pada 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan akibat koreksi yang terjadi pada banyak saham termasuk emiten unggulan.
”Namun masih banyak investor yang memanfaatkan penurunan tersebut untuk buy on weaknesss,” ungkapnya.
Meskipun saat itu masih dalam jumlah terbatas dan sangat selektif. Setelah program vaksinasi masal berjalan, pemulihan ekonomi mulai terjadi.
”Kenaikan vaksinasi dan pemulihan ekonomi membuat IHSG perlahan naik, dibarengi dengan kinerja pergerakan saham berkapitalisasi besar terutama dari emiten LQ45,” terusnya.
Recovery ekonomi selanjutnya mendorong kinerja perusahaan-perusahaan dengan fundamental kuat menjadi kembali positif.
”Momentum ini kemudian dimanfaatkan oleh seluruh stakeholder ini. Kinerja kuartal I-2022 misalnya PGAS menunjukkan hasil yang positif, sedangkan untuk UNVR adanya efisiensi biaya membuat adanya apresiasi atau peningkatan fundamental saham tersebut,” ujar Nafan.
Sejalan dengan itu, faktor fundamental perekonomian makro yang positif juga turut mendukung kinerja saham-saham fundamentalist seperti UNVR dan PGAS. Terutama neraca dagang Indonesia yang realisasinya lebih positif di atas prediksi pasar karena didukung tingginya harga komoditas. Industri juga masih tumbuh tercermin dari indeks pembelian industri (Purchasing Manager Index/PMI), serta Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang masih optimis.
”Pemulihan ekonomi indonesia juga katalis positif bagi kedua saham tersebut. Kinerja keuangan yang baik dan selama GCG juga terukur bisa diapresiasi oleh investor,” terusnya.
Baca Juga: PT Timah Tbk (TINS) Cetak Laba Bersih Rp601 Miliar, Naik 5713% Dibanding 2021
Dilansir melalui informasi keterbukaan PGAS, pada kuartal I 2022, PGAS mencatatkan laba bersih senilai USD 118,5 juta atau setara sekitar Rp 1,7 triliun. Melesat 92,68 persen dibandingkan USD 61,5 juta pada kuartal I 2021.
Kenaikan laba bersih sejalan dengan pertumbuhan pendapatan PGAS yang mencapai USD 836,9 juta pada kuartal I 2022. Terjadi kenaikan sebesar 14,15 persen dibandingkan USD 733,15 juta pada periode sama tahun sebelumnya.
Begitu juga UNVR yang penjualan bersihnya naik 5,8 persen menjadi Rp10,8 triliun pada kuartal I 2022. Laba bersih perusahaan consumer ini juga tercatat positif dengan kenaikan mencapai 19 persen menjadi sebesar Rp2 triliun pada tiga bulan awal tahun 2022.
Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Uriep Budhi Prasetyo mengatakan hal yang sama. Generasi muda yang mendominasi penambahan jumlah investor baru tahun 2021 lebih cenderung memilih saham dengan fundamental positif.
”Anak muda semakin cerdas dalam menentukan investasinya, termasuk investasi pasar modal. Sektor industri yang sahamnya banyak dimiliki oleh anak muda rata-rata memiliki nilai kapitalisasi yang besar, sehingga faktor fundamental menjadi pertimbangan anak muda dalam menentukan saham pilihannya,” ujarnya dalam keterangan resmi saat pengumuman jumlah investor pasar modal Indonesia.
Hingga akhir triwulan I 2022, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 8,3 juta atau meningkat 12,13% dari posisi akhir 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati