Suara.com - Sebagai bagian dari peningkatan fasilitas kesehatan di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar meresmikan Rumah Sakit (RS) Tipe D.
Dengan layanan kesehatan yang ada pada kampus dibawah pengelolaan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ini diharapkan dapat membawa PIP Makasssar menuju World University.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat meresmikan menjelaskan bahwa Kemenhub saat ini memiliki RS Tipe D di PIP Makassar. Dan kehadirannya merupakan bagian dari peningkatan fasilitas kesehatan yang dilakukan BPSDMP, dari yang sebelumnya Poliklinik Utama menjadi Rumah Sakit Tipe D.
Pembangunan RS ini merupakan salah satu bentuk inovasi yang dilakukan oleh salah satu Badan Layanan Umum (BLU) yang ada di lingkungan Kemenhub, yang dituntut lebih kreatif dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik, lebih cepat dan lebih berkualitas kepada masyarakat.
"PIP Makassar merupakan salah satu sekolah pelayaran dengan pelayanan terbaik di Indonesia. Maka dari itu, PIP Makassar harus menjadi World University. Empat sekolah pelayaran di Indonesia ingin dibuat sebagai model world university atau vokasi university dengan standar pendidikan extraordinary. Ini perintah presiden untuk melakukan kegiatan dalam extraordinary,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/6/2022).
Ia mengapresiasi kolaborasi yang baik antara PIP Makassar dengan Pemerintah Kota Makassar dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dirinya berharap, RS ini tidak hanya melayani para taruna/taruni, namun juga dapat melayani masyarakat umum di kota Makassar dan sekitarnya.
“Saya berharap ini menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPSDMP Djoko Sasono mengaku bangga dengan adanya RS PIP Makassar ini. Ia sebelumnya tidak pernah memikirkan konsep rumah sakit dan sekolah.
Oleh karena itu, ini akan dibuat akselerasi untuk PIP Makassar sebagai prestasi di berbagai penjuru Indonesia. Dan RS PIP Makassar bisa dicontoh oleh sekolah lain.
Baca Juga: Pelayanan Kelas III di Rumah Sakit Daerah Jember Gratis
Selain untuk memberikan fasilitas untuk taruna yang lebih penting adalah pelayanan terhadap masyarakat.
“Saya minta PIP Makassar terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar untuk terus bekerja sama dalam pengembangan rumah sakit ini. Saya juga pesan, bahwa walaupun sudah ada rumah sakit, jangan lupakan tugas untuk selalu mengembangkan sekolah yang unggulan ini dengan ideide yang out off the box,” katanya.
Sedangkan, Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyambut baik atas dibangunnya fasilitas kesehatan RS PIP Makassar. Ia berharap, kehadiran RS PIP Makassar ini dapat menjadi bagian dari ketahanan kesehatan bagi masyarakat kota Makassar, terlebih di tengah pandemi Covid-19.
"Kami berharap bahwa RS PIP Makassar ini nantinya sangat membantu masyarakat Makassar. Ini menambah bantuan terhadap Kota Makassar yang saya kira luar biasa,” katanya.
Capaian PIP Makassar
Pada kesempatan yang sama, Direktur PIP Makassar, Capt Sukirno menjelaskan rumah sakit ini merupakan tipe D. Dimana, fasilitas kesehatan ini menjadi salah satu capaian dan layanan umum oleh PIP Makassar dalam pengembangan usaha, guna memberikan layanan tipikal kesehatan.
Dan Rumah sakit umum ini diawali terbentuknya klinik pratama, kemudian berkembang menjadi klinik utama yang selanjutnya menjadi rumah sakit.
"RS PIP Makassar ini akan memberikan 13 pelayanan kesehatan yaitu Pengujian Kesehatan Pelaut (Medical Check Up); Pemeriksaan Kesehatan Peserta Diklat; Pemeriksaan Kesehatan Tht-Mata Bagi Pelaut; Instalasi Gawat Darurat (IGD); Intensive Care Unit (ICU); Neonatal Intensive Care Unit (Nicu); Rawat Jalan; Rawat Inap; Persalinan; Pelayanan Farmasi; Laboratorium; Radiologi, dan dilengkapi fasilitas Kamar Bedah," katanya.
Capt Sukirno juga menjelaskan RS. PIP Makassar saat ini memiliki 62 Tenaga Medis yang terdiri dari 6 Dokter Spesialis; 11 Dokter Umum; 2 Dokter Gigi; 28 tenaga Perawat; 3 tenaga Bidan, dan 12 tenaga medis pendukung lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga
-
Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!
-
YLKI Desak PLN Tanggung Jawab Pemadaman Listrik Berulang, Soroti Kompensasi Konsumen
-
Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Dapat Perlindungan Hukum Khusus dari Danantara
-
Rupiah Kembali Melemah Meski BI-Rate Naik 100 bps, Pakar Ungkap Penyebabnya
-
Harga Emas Pegadaian: Antam Detaki Rp2,8 Juta per Gram, Disusul UBS dan Galeri24
-
Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80
-
IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan
-
Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen