Hal ini terlihat dari selisih mean score (angka rata-rata) atribut secara keseluruhan yang rata-rata relatif kecil, yakni di bawah 3%. Keunggulan yang cukup signifikan terlihat pada Grab yang dinilai lebih baik pada beberapa atribut terkait tarif yang lebih kompetitif. Sedangkan pada atribut lainnya dinilai lebih unggul atau setara.
Temuan di atas, menurut Ai, menunjukkan pertarungan dua decacorn Grab dan Gojek sangatlah ketat dalam memperebutkan pasar yang sama. Hal ini disebabkan baik pengguna (buyer, user) maupun penyedia jasa (seller, provider) sebenarnya adalah komunitas digital yang sama. Semua seller dan buyer mempunyai akses yang sama.
Pembeda terkuat adalah faktor preferensi seperti kemudahan, dan kenyamanan penggunaan aplikasi serta harga. Karena itu, switching pattern secara nyata ada di ujung jari. Hampir tidak ada hal yang menghalangi pengguna untuk berganti aplikasi yang tersedia pada satu gadget yang sama.
Selain faktor preferensi, moda pembayaran ditemukan menjadi faktor loyalitas konsumen terhadap merek aplikasi super.
“Sangat linier. Pengguna Grab dan semua layanannya merupakan pengguna utama OVO, begitu juga dengan GoPay yang digunakan oleh pengguna Gojek. Perbaikan dan inovasi di lini pembayaran akan mendongkrak loyalitas konsumen terhadap aplikasi supernya,” jelas Ai.
Survei dilakukan pada periode waktu Oktober sampai Desember 2021.Metode survei menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner terstruktur berformat online.
Survei yang memiliki tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 3,37% ini diikuti oleh 844 responden, tersebar di 8 kota besar Indonesia: DKI Jakarta, Bodetabek, Semarang & DIY, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar dan Denpasar.
Agar lebih mencerminkan populasi, dilakukan proses pembobotan (weighting) pada hasil akhir data yang terkumpul. Untuk data populasi kota, segmen usia dan jenis kelamin, TDS mengacu angka-angka dari BPS – Biro Pusat Statistik. Sedangkan untuk penetrasi pengguna internet mengacu pada data APJII - Asosiasi Provider Internet Indonesia.
Secara keseluruhan, responden adalah para pengguna minimal 2 layanan digital dalam 6 bulan terakhir, memiliki komposisi 40% gen Z (17-24 tahun), 20% milenial yunior (25-30 tahun) dan 40% milenial senior (31-40 tahun). Komposisi antara perempuan dan laki-laki seimbang. Mereka, 18% berasal dari kelas sosial ekonomi A, 21% dari kelas B, 46% kelas C dan 15% kelas D.
Baca Juga: Korean Wave, Fanatisme, dan Lunturnya Nilai Kebudayaan Indonesia pada Gen Z
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
IHSG Terbang ke Level 6.206, Ini Daftar Saham yang Cuan
-
Menko Airlangga Sebut Rupiah Lemah Saat Ini Cuma 5 Persen
-
Rupiah Konsisten Melemah saat Mata Uang Negara Lain Menguat Karena Harga Minyak Turun
-
Belajar dari Sejarah! Anggota DPR Misbakhun Klaim Rupiah Lemah Saat Ini Beda dari Krisis 1998
-
BGN Bantah Anggaran MBG Dipangkas Rp67 T Seperti Klaim Purbaya
-
OJK Tekankan Pentingnya Pasar Modal demi Pertumbuhan 7,5 Persen, Tapi Modal Asing Terus Kabur
-
Wamen ESDM Buka Suara soal Ganti Rugi Blackout Listrik Sumatra
-
Usai 1 Persen Saham Negara Masuk, Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Jadi BUMN
-
BTN Akuisisi Portofolio Kredit SMBCI Rp20 Triliun untuk Perkuat Transformasi Beyond Mortgage
-
5 Rekomendasi Investasi di 2026 untuk Dapat Passive Income, Aman dan Menguntungkan