- Kementerian ESDM sedang memproses kuota BBM 2026 yang diajukan operator SPBU swasta berdasarkan data penjualan 2025.
- Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyatakan penetapan kuota ini sedang dalam tahap penyelesaian di Dirjen Migas.
- Sebelumnya, ESDM memberi kuota tambahan dan mendorong skema B2B karena kelangkaan BBM di SPBU swasta.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap perkembangan penetapan kuota BBM bagi operator SPBU swasta untuk tahun 2026.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyebut hingga saat ini, masing-masing operator SPBU swasta telah mengajukan kuota kebutuhan BBM.
"Itu SPBU swasta sudah mengajukan kuota untuk 2026. Seharusnya itu sudah tahap penyelesaian di Dirjen Migas (Kementerian ESDM)," kata Yuliot saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (2/1/2026).
Untuk penetapan kuota yang akan ditetapkan Kementerian ESDM, akan menyesuaikan angka penjualan masing-masing SPBU swasta pada 2025.
"Untuk tahun 2026 itu menyesuaikan dengan penjualan, ya kemudian itu juga ada asumsi kenaikan," ujar Yuliot.
Terkait dengan asumsi kenaikan penjualan itu, Kementerian ESDM masih menunggu data kenaikan penjualan operator SPBU swasta.
"Kami akan lihat terlebih dulu. Ini kan berapa realisasi penjualan tahun 2025 kan kita belum dapat. Ini lagi dikonsolidasikan sama Dirjen Migas," ujar Yuliot.
Kelangkaan BBM di SPBU swasta sempat terjadi dalam beberapa bulan terakhir, karena stok impor yang diberikan pemerintah habis seluruhnya.
Kementerian ESDM kemudian memberikan kuota tambahan sebesar 10 persen dari volume impor yang ditetapkan pada 2025.
Baca Juga: Tarif Listrik Kuartal I 2026 Tak Naik, PLN Berikan Penjelasan
Pada perjalanannya, kuota tambahan itu juga habis. Akhirnya, pemerintah mendorong badan usaha swasta menyerap impor BBM Pertamina melalui skema business to business atau B2B.
Sejumlah SPBU swasta sempat menolak, tapi akhirnya mereka sepakat membelinya.
Diawali oleh BP-AKR yang memasok sebanyak 100 ribu barel, kemudian disusul Vivo dan Shell dengan volume yang sama.
Total, Pertamina menyuplai BBM ke SPBU swasta sebanyak 430 ribu barel.
Berita Terkait
-
Target Mandatori Semester II-2025, ESDM Mulai Uji Coba B50 ke Alat-alat Berat
-
Jurus Bahlil Amankan Stok BBM di Wilayah Rawan Bencana Selama Nataru
-
Pelanggan Pertamina Kabur ke SPBU Swasta, Kementerian ESDM Masih Hitung Kuota Impor BBM
-
Kementerian ESDM Larang SPBU Swasta Stop Impor Solar di 2026
-
Bahlil akan Pangkas Produksi Nikel, Harga di Dunia Langsung Naik
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
Terkini
-
Daftar Pemutihan Pajak Kendaraan Semua Daerah Februari 2026
-
Intip Kondisi Keuangan MPPA, Saham Layak Dibeli saat Ramadan?
-
Koperasi Merah Putih Akan Lemahkan Ketahanan Ekonomi Desa
-
Koperasi Merah Putih Telan Anggaran Jumbo, Desa Tak Bisa Biayai Layanan Dasar
-
Mengapa Beberapa Pullback Pulih Memberi Isyarat Sesuatu yang Lebih Besar dalam Dagangan Forex
-
Dasco Tengahi 2 Menteri Beda Pendapat soal Dana Rehab Aceh: Nah, Salaman Dulu Dong
-
Meski Berstatus Persero, Danantara: ANTM-PTBA Masih Bagian MIND ID
-
Ekspansi ke Infrastruktur EV, Emiten TRON Siap Garap SPKLU
-
Anak Usaha Emiten ELSA Mulai Bisnis Energi Rendah Karbon Lewat Green Terminal
-
Ingat! Maskapai Wajib Beri Diskon Tiket Pesawat saat Mudik