- Pasar modal Indonesia diprediksi mengalami lonjakan aktivitas pada Kuartal I 2026, dengan enam perusahaan aset besar antre IPO.
- Dua kandidat utama IPO Lighthouse berasal dari sektor infrastruktur dan pertambangan, yakni ANEM dan TISA.
- ANEM fokus nikel HPAL, TISA di logistik batu bara Sumatra, serta PRA bergerak di transportasi gas bumi pipa.
Suara.com - Pasar modal Indonesia diprediksi akan mengalami lonjakan aktivitas yang signifikan pada kuartal pertama tahun 2026.
Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir tahun 2025, terdapat enam perusahaan dengan kategori aset besar—masing-masing bernilai di atas Rp500 miliar—yang telah masuk dalam daftar antrean (pipeline) pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).
Di antara daftar tersebut, terdapat dua perusahaan yang masuk dalam kategori IPO Lighthouse atau emiten mercusuar.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, memberikan bocoran bahwa kedua calon emiten besar ini berasal dari sektor infrastruktur dan pertambangan (mining).
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai tiga kandidat kuat yang dirumorkan akan menjadi primadona lantai bursa pada awal tahun 2026:
1. PT Anugrah Neo Energy Materials (ANEM)
Dari sektor pertambangan, nama PT Anugrah Neo Energy Materials (ANEM) menjadi perbincangan hangat.
Perusahaan ini berfokus pada pengolahan nikel menggunakan teknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL), yang sangat krusial bagi ekosistem baterai kendaraan listrik.
ANEM memiliki keunggulan strategis berupa pengelolaan konsesi lahan seluas lebih dari 10.000 hektare di wilayah Parigi Moutong dan Morowali. Area ini juga telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Baca Juga: IHSG Melesat di Awal Perdagangan 2026, Tembus Level 8.676
Sepanjang tahun 2024, ANEM mencatatkan performa impresif dengan penjualan bijih nikel mencapai 2,2 juta WMT.
IPO ini dikabarkan membidik perolehan dana segar melampaui US$300 juta, terutama setelah masuknya raksasa teknologi Gotion High-Tech sebagai mitra strategis.
2. PT Titan Infra Sejahtera (TISA)
Sektor infrastruktur logistik kemungkinan besar akan diwakili oleh PT Titan Infra Sejahtera (TIS).
Menariknya, kabar mengenai melantainya perusahaan ini sempat disinggung oleh putra Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, yang membocorkan bahwa perusahaan tersebut akan menggunakan kode emiten TISA.
TISA memiliki rekam jejak kuat dalam pengoperasian infrastruktur batu bara terintegrasi di Sumatra Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Purbaya Klaim BUMN Ekspor PT DSI Akan Diawasi Kemenkeu dan K/L Lain Demi Cegah Monopoli
-
Airlangga Bantah IHSG Jeblok Gegara Pemerintah Bentuk BUMN Ekspor PT DSI
-
Pemerintah Klaim Pengusaha Sambut Baik Pembentukan BUMN Ekspor PT DSI
-
Ini Tugas BUMN Ekspor Baru PT DSI, Beroperasi Penuh 1 Januari 2027
-
Pemerintah Wajibkan Dolar Hasil Ekspor Masuk Himbara, Apa Untung Ruginya?
-
Mengapa Pasar Khawatir pada Danantara Sumber Daya Indonesia
-
Petrokimia Gresik Pastikan Pasokan Gas untuk Produksi Pupuk Aman Hingga 2035
-
Industri Vape Legal Terancam: 150 Ribu Pekerja Waswas Kehilangan Mata Pencaharian
-
Beda BRI Simpedes dan Simpedes UMi: Biaya Admin, Saldo Minimal, dan Syarat
-
IHSG Tiba-tiba Bangkit ke Level 6.100, Apa Penyebabnya?