- Menhub Dudy Purwagandhi memantau kelancaran lalu lintas tol keluar-masuk Jakarta pada Kamis malam, 1 Januari 2026.
- Volume kendaraan keluar Jabotabek 30 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 meningkat 13,81 persen dari kondisi normal.
- Menhub mengimbau koordinasi diperketat jelang puncak arus balik 2 Januari 2026 serta keselamatan berkendara.
Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, terus memelototi kondisi arus lalu lintas di sejumlah titik strategis jalur tol keluar-masuk Jakarta. Pemantauan dilakukan dari Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Jawa Barat, Kamis (1/1) malam.
Dudy mengungkapkan, hingga malam pergantian tahun, pergerakan kendaraan di ruas-ruas tol utama masih terpantau lancar dan terkendali. Kondisi tersebut dinilai cukup positif di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.
"Pada hari tahun baru, 1 Januari 2026 ini, pergerakan kendaraan di sejumlah ruas tol keluar-masuk Jakarta masih terpantau lancar dan terkendali. Saya harap kondisi seperti ini dapat terus berlangsung hingga puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 2 Januari 2026," ujar Dudy dalam keterangannya, Jumat (2/12/2025).
Berdasarkan data PT Jasa Marga, volume kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek mengalami peningkatan sepanjang periode libur akhir tahun. Lonjakan terjadi sejak 30 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
Dalam periode tersebut, total kendaraan yang keluar Jabotabek melalui empat gerbang tol utama, yakni GT Cikupa, GT Ciawi, GT Cikampek Utama, dan GT Kalihurip Utama, mencapai 311.545 kendaraan.
Jumlah itu meningkat 13,81 persen dibandingkan lalu lintas normal yang tercatat sebanyak 273.741 kendaraan. Peningkatan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat memanfaatkan libur panjang akhir tahun.
Sementara itu, arus kendaraan yang kembali menuju wilayah Jabotabek juga menunjukkan kenaikan. Pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, sebanyak 150.067 kendaraan tercatat masuk melalui empat gerbang tol utama.
Angka tersebut naik 7,45 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal yang berada di angka 139.668 kendaraan. Pergerakan ini menjadi indikator awal arus balik menuju Jakarta dan sekitarnya.
Secara kumulatif, PT Jasa Marga mencatat sebanyak 2.344.052 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek sejak 18 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
Baca Juga: 8,23 Juta Penumpang Pesawat Wara-wiri di Bandara Selama Awal Nataru
Pada periode yang sama, jumlah kendaraan yang menuju Jabotabek mencapai 2.147.976 kendaraan.
Menhub Dudy mengapresiasi kinerja PT Jasa Marga bersama seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan lalu lintas, khususnya di ruas jalan tol selama masa libur Nataru.
Ia juga menginstruksikan seluruh stakeholder terkait untuk meningkatkan koordinasi menjelang puncak arus balik. Antisipasi perlu difokuskan pada titik-titik rawan kemacetan yang berpotensi mengalami lonjakan volume kendaraan.
"Koordinasi dan kolaborasi antar seluruh stakeholder sangat penting untuk memastikan perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman, nyaman, serta lancar. Dengan sinergi yang intensif, saya optimistis pergerakan kendaraan pada arus balik dapat terkendali dengan baik," ungkapnya.
Kepada masyarakat yang akan kembali ke kota asal, Menhub Dudy mengimbau agar persiapan perjalanan dilakukan secara matang. Aspek kesehatan dan kondisi kendaraan menjadi perhatian utama selama perjalanan.
"Selalu jaga kesehatan, pastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, dan yang tak kalah penting beristirahat jika lelah. Bagi yang menggunakan kendaraan umum, pastikan armada yang dipilih telah menjalani uji keselamatan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
Terkini
-
Koperasi Merah Putih Akan Lemahkan Ketahanan Ekonomi Desa
-
Koperasi Merah Putih Telan Anggaran Jumbo, Desa Tak Bisa Biayai Layanan Dasar
-
Mengapa Beberapa Pullback Pulih Memberi Isyarat Sesuatu yang Lebih Besar dalam Dagangan Forex
-
Dasco Tengahi 2 Menteri Beda Pendapat soal Dana Rehab Aceh: Nah, Salaman Dulu Dong
-
Meski Berstatus Persero, Danantara: ANTM-PTBA Masih Bagian MIND ID
-
Ekspansi ke Infrastruktur EV, Emiten TRON Siap Garap SPKLU
-
Anak Usaha Emiten ELSA Mulai Bisnis Energi Rendah Karbon Lewat Green Terminal
-
Ingat! Maskapai Wajib Beri Diskon Tiket Pesawat saat Mudik
-
Mengapa Antam dan PTBA Ditempeli Status Persero Lagi?
-
Harga Cabai Naik Jelang Ramadhan, Mendag Salahkan Hujan