Suara.com - Sukses mengadakan rekrutmen secara massal di Batam pada 28 Mei kemarin, Central Group kembali menggelar agenda yang sama di Jakarta.
Sebanyak lebih dari 750 pelamar terlihat antusias menghadiri mass recruitment yang dibuka untuk sejumlah posisi, mulai dari level staf sampai manager. Tercatat ada sejumlah posisi jabatan yang dibuka perusahaan.
Sebagai perusahaan pengembang properti di Batam, Central Group memutuskan perlu mengadakan mass recruitment di Jakarta sebagai bentuk aktualisasi pertumbuhan bisnis.
Lebih dari itu, Chief Executive Officer Central Group, Princip Muljadi mengakui bahwa ada dua poin utama yang menjadikan sebuah bisnis bisa maju secara pesat yakni optimalisasi Sumber Daya Manusia (SDM) dan sistem.
“Jika SDM dan sistem dalam sebuah perusahaan itu bagus dan siap, maka bisnis bisa menjadi auto pilot. Pasalnya dalam menumbuhkan jaringan SDM itu sendiri, tidak semudah yang diperkirakan. Di Central Group, kami membangun struktur organisasi dengan jumlah karyawan sebanyak 37 orang di akhir tahun 2019, dan sampai sekarang sudah bertambah jadi 170 karyawan, belum termasuk tim yang kerja di lapangan,” terang Princip.
Kebutuhan akan hadirnya SDM profesional pun sejalan dengan pertumbuhan bisnis Central Group yang melesat selama pandemi dua tahun terakhir. Dimana perusahaan justru berhasil meningkatkan omset sampai 13 kali lipat selama akhir tahun 2019 hingga akhir tahun 2021.
Selain itu, perusahaan kini tengah menargetkan diri untuk menyelami pasar properti nasional seiring dengan telah terjalinnya kerja sama dengan berbagai perusahaan ternama diantaranya Alam Sutera Group, TDW Property, dan yang paling terbaru adalah The Ascott Limited.
Sejak berdiri tahun 1989, Central Group telah membangun dan mengelola sejumlah proyek ternama yang dikembangkan di atas lahan seluas 253,3 hektare di Kota Batam.
Proyek yang dikembangkan diantaranya The Central Sukajadi, Serenity Central – Hillside, Central Hills, The Icon Central, Central Laguna Hills, Central Raya Batu Aji, Central Batu Aji, Central Raya Tiban, Perumahan Barelang dan Central Raya Tanjung Uncang.
Baca Juga: Industri Properti Mulai Bergairah, Permintaan Rumah dengan Konsep Hijau Meningkat
“Selama lebih dari 32 tahun berdiri, total unit hunian yang kami bangun sudah mencapai 3.667 dan tentunya ini akan terus bertambah mengingat kami sudah punya rencana untuk mengembangkan proyek baru baik di Kota Batam maupun di luar Batam. Target kami tahun ini adalah go national,” imbuh Princip.
Terkait perekrutan massal yang diadakan Central Group di Batam dan Jakarta, pihak perusahaan menargetkan untuk merekrut 100 calon karyawan di divisi sales dan divisi non-sales.
Dimana kualifikasi yang dicari harus memiliki kepribadian dan mindset yang kuat serta punya visi misi yang seirama dengan perusahaan.
“Untuk kandidat manager sendiri kami belum berhasil dapat dari rekrutmen di Batam, maka dari itu kami harap dapat dari Jakarta. Sejauh ini kami sudah punya dua general manager dan empat manager yang bergabung dari luar Batam dan berpengalaman di developer. Namun itu masih kurang, karena seluruh divisi kami butuh 26 manager,” tukas Princip.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba
-
Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar
-
Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi
-
Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000
-
Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?
-
Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram
-
Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS
-
Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan
-
Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global
-
Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik