Jamkrindo juga memiliki marketplace guarantee yaitu www.umkmlayak.co.id, platform digital yang dibuat sebagai layanan akses modal usaha UMKM dan kebutuhan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan. Dalam membantu akses pembiayaan, platform UMKM Layak menjembatani antara UMKM yang memerlukan pembiayaan dan lembaga keuangan yang menyalurkan pinjaman bagi segmen ini.
“Kami percaya, dengan produk dan layanan yang telah dihadirkan Jamkrindo, akan semakin memudahkan pelaku UMKM dalam mendapatkan penjaminan sehingga mengakselerasi pertumbuhan usaha mereka. Kami juga mengharapkan dukungan dan kolaborasi dengan para stakeholders dalam pengembangan dan penguatan UMKM agar tumbuh positif secara berkelanjutan,” kata Putrama.
Adapun berkat transformasi yang telah dilakukan, Jamkrindo telah berhasil memperoleh kinerja yang positif di tahun 2021. Dimana dari angka laporan keuangan unaudit, laba bersih perusahaan naik signifikan dengan cash flow operasi yang positif, didukung dengan pencadangan yang memadai.
Asisten Deputi Bidang Jasa Asuransi dan Dana Pensiun Kementerian BUMN Anindita Eka Wibisono mengungkap sebagai perusahaan penjamin Jamkrindo telah berkontribusi terhadap perekonomian negara khususnya di masa-masa sulit pandemi covid-19.
“Tidak mudah melalui masa-masa pandemi dan Jamkrindo tetap mampu menyokong hidupnya usaha UMKM melalui masa-masa pandemi, dan ini kami perlu berikan apresiasi,” ujar Anindita.
Ia pun meminta Jamkrindo untuk tidak berpuas diri dan siap atas segala tantangan ke depan. Baik tantangan eksternal yang bersumber dari dinamika perekonomian global, maupun tantangan internal dalam negeri.
“Jamkrindo harus senantiasa siap dan agile untuk melewati segala tantangan yang ada. Fokus bisnis harus bertransformasi tidak hanya mengandalkan penjaminan yang sifatnya penjaminan program,” ujarnya.
Direktur Utama Indonesia Financial Group (IFG) Robertus Billitea mengapresiasi kinerja dan transformasi yang dilakukan oleh Jamkrindo. Sebagai Induk usaha PT Jamkrindo, IFG berharap kinerja positif ini dapat dipertahankan di masa yang akan datang. Ia mengapresiasi langkah Jamkrindo untuk menjaga tata kelola perusahaan dan risk management yang robust.
“Penguatan tata kelola perusahaan, Governance, Risk, dan Compliance (GRC) merupakan basis utama menjaga marwah industri finansial. Adanya inisiatif strategis four eyes principles serta korporat culture yang prudent, tentunya akan membawa performansi Jamkrindo lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Robertus.
Baca Juga: Peringati Hari Lingkungan, Jamkrindo Berkolaborasi Lakukan Aksi Bersih-bersih Pantai
Hingga Mei 2022, Jamkrindo telah merealisasikan volume penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 82,63 triliun atau naik 65% dari periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) dengan jumlah UMKM yang dijamin sebanyak 1,84 juta UMKM.
Untuk penjaminan Kredit Modal Kerja (KMK) dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sejak program tersebut diluncurkan pada Juli 2020, sampai dengan Mei 2022, Jamkrindo bersama dengan anak usahanya PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamsyar), telah mencatatkan penjaminan KMK PEN senilai Rp 26,32 triliun. Dengan rincian, Jamkrindo senilai Rp 17,88 triliun dan Jamsyar senilai Rp 8,34 triliun.
Mitra UMKM Binaan Jamkrindo, UKM Saluyu, yang mayoritas anggotanya ialah eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mengatakan Jamkrindo telah menghadirkan keragaman dalam produk dan kemudahan pada layanan bagi para pelaku UMKM. Jamkrindo juga turut aktif memberikan pelatihan agar kualitas produk sesuai dengan kebutuhan dan minat konsumen.
“Kami berterima kasih kepada Jamkrindo yang telah membantu para pelaku UMKM agar naik kelas melalui produk, layanan, dan pelatihan. Kami berharap dukungan Jamkrindo terhadap para pelaku UMKM nasional tidak pernah putus,” kata Ketua UKM Saluyu, Yudi Mulyadi.
Sebagai perusahaan penjaminan kredit, Jamkrindo memiliki berbagai produk, baik produk penjaminan program maupun penjaminan non-program. Pada penjaminan program, Jamkrindo memiliki produk penjaminan KUR dan penjaminan KMK dalam rangka program PEN.
Untuk non-program, produk penjaminannya adalah penjaminan kredit umum, penjaminan kredit mikro, penjaminan kredit konstruksi dan pengadaan barang/jasa, penjaminan distribusi barang. Kemudian surety bond, customs bond, penjaminan supply chain financing (invoice financing), dan penjaminan kredit lainnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI
-
Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera
-
Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin
-
Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN
-
Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS
-
Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin
-
Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI
-
Nyaris 10.000 Karyawan Tokopedia Kena PHK Massal, Bermula dari Akusisi Tiktok
-
B50 Resmi Disalurkan ke Industri, Pertambangan Jadi Penerima Perdana
-
2 Cara Tukar Uang Rusak di Bank, Bisa Datang Langsung atau Lewat Aplikasi