- IHSG melemah pada Senin (19/5/2026) akibat akumulasi koreksi pasar global selama masa libur bursa domestik.
- Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengimbau investor tetap tenang dan mengutamakan analisis fundamental saat pasar berfluktuasi.
- Bursa Efek Indonesia berupaya meningkatkan likuiditas pasar melalui penguatan sinergi antara investor asing dan jumlah investor domestik.
Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terus mengalami tekanan di tengah dinamika pasar modal yang masih dipenuhi ketidakpastian.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa fluktuasi yang terjadi saat ini merupakan respons terhadap kondisi pasar global yang dinamis serta akumulasi sentimen selama periode libur bursa domestik.
Jeffrey menjelaskan bahwa pelemahan IHSG hari ini masih selaras dengan tren yang terjadi di bursa internasional, terutama kawasan Asia.
Menurutnya, saat pasar modal Indonesia libur pada hari Kamis dan Jumat lalu, bursa global telah lebih dulu mengalami koreksi pasar.
Akumulasi dari penurunan di pasar global tersebut, ditambah dengan sedikit koreksi tambahan pada hari ini, membuat posisi indeks domestik tampak mengalami penurunan yang cukup tajam namun tetap dalam kategori wajar secara teknis.
"Kalau kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini, itu sama dengan koreksi yang kita alami. Jadi saya rasa masih inline dengan global market," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (19/5/2026).
Mengingat tingkat ketidakpastian yang masih cukup tinggi, Jeffrey mengimbau para pelaku pasar untuk tidak bereaksi secara berlebihan.
Ia menekankan, pentingnya menjaga psikologi investasi dengan tidak melakukan tindakan panik (panic selling).
Sebaliknya, investor diharapkan tetap berpegang pada analisis fundamental dan menyesuaikan langkah mereka dengan kondisi pasar yang ada.
Baca Juga: Emiten Ini Ramai-Ramai Serbu BEI Usai Ditendang Indeks Global
"Kami tidak bosan-bosannya mengingatkan supaya investor tentu tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, dan menganalisis secara cermat. Atur strategi berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing karena kondisi pasar sangat dinamis," tambahnya.
Terkait aliran modal, Jeffrey menegaskan bahwa BEI terus melakukan upaya terbaik agar investor asing tetap bertahan dan berpartisipasi dalam jangka panjang di pasar modal Indonesia.
Kehadiran investor asing ini juga didorong untuk bersinergi dengan pertumbuhan investor retail domestik yang terus menunjukkanntren positif.
Berdasarkan data terbaru hingga Rabu pekan lalu, jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat telah menembus angka 27 juta investor.
Lonjakan partisipasi ini, yang dibarengi dengan penguatan peran institusi domestik, diharapkan dapat memperdalam likuiditas pasar kita.
Jeffrey menegaskan bahwa seluruh langkah strategis yang dilakukan otoritas bursa saat ini adalah bagian dari upaya perbaikan jangka panjang agar Bursa Efek Indonesia menjadi instrumen investasi yang tangguh dalam menghadapi berbagai profil risiko global.
"Tentu kita harapkan pasar kita akan lebih dalam Itu yang kita harapkan Jadi apa yang kita lakukan sekarang Upaya-upaya yang dengan sangat serius kita lakukan sekarang adalah untuk upaya perbaikan jangka panjang dari pasar kita," tegasnya.
Berita Terkait
-
IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI
-
IHSG Dibayangi Tekanan: Asing Buang Saham Big Caps di Momen 'MSCI Review'
-
IHSG Masih Akan Turun ke Level 6.700, Rebalancing MSCI Bikin Investor Waspada
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera
-
Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin
-
Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN
-
Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS
-
Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin
-
Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI
-
Nyaris 10.000 Karyawan Tokopedia Kena PHK Massal, Bermula dari Akusisi Tiktok
-
B50 Resmi Disalurkan ke Industri, Pertambangan Jadi Penerima Perdana
-
2 Cara Tukar Uang Rusak di Bank, Bisa Datang Langsung atau Lewat Aplikasi
-
Aturan Baru Komisi Ojol Resmi Berlaku, Penumpang Siap-siap Bayar Lebih Mahal