Suara.com - Bank Indonesia diprediksi tetap mempertahankan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 20-21 Juli 2022 yang mencakup pertemuan triwulanan.
"Tetapi BI kemungkinan mengubah pesan kebijakannya menjadi lebih hawkish dari sebelumnya," tulis Bahana Sekuritas dalam hasil kajiannya yang diterima di Jakarta, Selasa (19/7/2022).
Bahan Sekuritas juga mengklaim, ada obrolan pasar bahwa BI akan segera mengikuti jejak bank sentral lain yang menaikkan suku bunga besar-besaran bulan ini.
Sementara, rupiah memperlihatkan ketahanan yang luar biasa terhadap reli dolar Amerika Serikat (AS) bahkan setelah data inflasi AS melampaui batas dan sinyal dovish dari Gubernur BI Perry Warjiyo yang menyebut bahwa BI mungkin tidak berada di belakang kurva.
Bahana Sekuritas mencatat kurva swap tidak lagi mengharapkan Bank Sentral AS, The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin (bps), melainkan melihat 75 bps sebagai langkah yang paling tepat bulan ini.
"Menahan suku bunga BI sekarang akan menempatkan BI pada posisi yang sangat manis ketika ada pembalikan dalam siklus pengetatan global nanti," kata Bahana Sekuritas, dikutip dari Antara.
Jika bank sentral global bergerak untuk menurunkan suku bunga tetapi BI memilih untuk mempertahankan suku bunga, mungkin ada normalisasi perbedaan imbal hasil atau yield yang seharusnya menyebabkan kembalinya arus modal asing masuk.
Penahanan suku bunga tersebut termasuk tidak menurunkan suku bunga acuan setelah beberapa bulan menolak untuk menaikkan tingkat suku bunga.
Baca Juga: Sumsel Sepekan, Air Sungai Musi Makin Tercemar dan 5 Berita Menarik Lainnya
Berita Terkait
-
Biaya Transfer Antarbank Bisa di Bawah Rp2.500 Pakai BI Fast? Ini Pengertian BI Fast dan Manfaatnya
-
Indonesia Aman, Inflasi DIprediksi Berkisar 4,5% Hingga 5,5% Hingga Akhir 2022
-
Pria Ini Rogoh Kocek Ratusan Juta Rupiah Demi Wujudkan Impian Jadi Anjing
-
Permintaan dan Penyaluran Kredit Perbankan Meningkat, Bank Indonesia Optimis
-
Sumsel Sepekan, Air Sungai Musi Makin Tercemar dan 5 Berita Menarik Lainnya
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara