Suara.com - Kondisi ekonomi dirasa masih akan menghadapi ketidakpastian hingga dua tahun ke depan. Hal ini imbas dari situasi geopolitik dunia.
Wakil Direktur INDEF, Eko Listiyanto mengatakan salah satu yang perlu diwaspadai adalah arus ekspor dari negara-negara Eropa karena perang Rusia dan Ukraina yang belum tentu selesai tahun depan.
"Tapi ini memang challenging situasinya apalagi tahun depan juga situasi politik makin panas sehingga dinamika ekonomi pasti akan terasa juga," kata Eko dalam diskusi Emiten Talk, di Jakarta, Jumat (12/8/2022).
Menjawab tantangan untuk keluar dari situasi yang belum menentu tahun depan, Eko tetap optimis Indonesia akan mampu keluar dari situasi sulit kendati ada potensi ancaman inflasi tinggi.
Salah satunya, dia setuju dengan kebijakan pemerintah yang menahan laju inflasi dengan mempertahankan subsidi sektor energi dan pangan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bluebird Tbk, Sigit Priawan Djoko Soetono menyebut perusahaan telah memiliki strategi untuk hadapi situasi tak menentu. Perseroan kata dia, menciptakan ide-ide baru melihat peluang yang tercipta.
"Misal bisnis B to B menjadi peluang baru karena ternyata banyak perusahaan yang tidak bersedia melihat, aset kendaraan dan memilih sewa," ucap dia.
Selain itu, Blue Bird juga akan memperbanyak kendaraan listrik, untuk mengurangi beban penggunaan BBM, sekaligus mendukung ekonomi hijau.
Sementara, CFO PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, Bharat Joshi menyatakan, perseroan terus menjalin hubungan dengan para supplier, meski ancaman gangguan pasokan tetap ada.
Baca Juga: Digempur Krisis Ekonomi, Industri Properti Indonesia Masih Mampu Bertahan
Dia memastikan, perseroan tidak akan menaikan harga produk kendati, sejak perang Rusia dan Ukraina, mulai terasa adanya kenaikan harga-harga bahan baku.
"Kami para direksi berpikir jangka panjang. Kalau menaikkan harga produk ini kan solusi jangka pendek," pungkas Bharat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Cek Rincian Lengkap untuk Semua Ukuran
-
Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi
-
Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!