Suara.com - Dalam beberapa minggu terakhir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang telah meminta semua pihak untuk menegakkan protokol kesehatan, sehubungan dengan kembali meningkatnya pasien terkonfirmasi Covid-19.
Sebagai bentuk dukungan terkait hal ini, MECCAYA melalui tim gabungan #Together1Team kembali menggelar kegiatan vaksinasi melalui mobil keliling yang dipimpin oleh Kepala Puskesmas Muntilan 1, Ferry Ali Setiyanto, S.Kep., Ns., M.AP. , serta bakti sosial di sekitar Desa Ngawen, Magelang, Jawa Tengah.
Kegiatan yang diadakan di Balai Desa Ngawen ini dihadiri oleh Camat Muntilan, Amin Sudrajad, dan Kepala Desa Ngawen, Daru Apsari, dan menyediakan 100 dosis vaksin booster bagi masyarakat setempat melalui mobil vaksinasi keliling yang disediakan oleh Meccaya. Adapun paket bantuan sosial selain diserahkan di Balai Desa, juga diadakan di beberapa pesantren yang ada di daerah sekitar.
Aktor Ferry Salim sebagai spokesperson dari MECCAYA menyampaikan di lokasi, bahwa kegiatan vaksinasi dan bakti sosial ini merupakan bagian dari komitmen MECCAYA untuk berkontribusi meringankan beban masyarakat di desa Ngawen, terutama yang terdampak langsung secara ekonomi oleh Covid-19, di antaranya para UMKM industri pariwisata dan pekerja seni budaya.
“Kami berharap agar masyarakat desa Ngawen dan para Santri dapat terhindar dari penularan Covid-19, salah satunya dengan melakukan vaksinasi booster lengkap. Dengan demikian bersama-sama kita dapat segera membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah ini,” ujar Ferry.
Edukasi Pertolongan Pertama Pada Luka
Selain kegiatan vaksinasi dan bakti sosial, MECCAYA juga mengadakan edukasi terkait cara yang benar dalam memberikan pertolongan pertama pada lecet, luka potong dan luka bakar yang sangat sering dialami oleh masyarakat. Salah satunya adalah dengan mengoleskan gel antiseptik untuk mencegah infeksi timbul pada area luka.
Tia, Marketing Manager MECCAYA, dalam kesempatan ini juga memperkenalkan produk inovasi terbaru dari MECCAYA yang akan segera diluncurkan yaitu LUKAJEL, gel antiseptik bening untuk cegah infeksi dan sembuhkan luka.
“Bahan aktif LUKAJEL yaitu Octenidin HCL membunuh 99.9% bakteri penyebab infeksi dalam 30 detik, berdasarkan hasil uji laboratorium berstandar international, selain itu LUKAJEL tidak perih dan tidak menimbulkan noda yang dapat mengotori pakaian” ujar Tia.
Baca Juga: Sejarah dan Hukum Vaksinasi Dalam Syariat Agama Islam
LUKAJEL juga mengandung Allantoin dan Provitamin B5 yang membantu melembabkan kulit pada area yang luka, mencegah radang / pembengkakan dan iritasi, serta menstimulasi pertumbuhan sel sel kulit baru sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan kulit yang terluka.
“Sedangkan untuk meredakan rasa nyeri pada area luka, LUKAJEL memiliki kandungan Aloe Vera yang memberikan sensasi dingin yang nyaman. Satu-satunya luka yang tidak bisa disembuhkan oleh LUKAJEL adalah hati yang terluka” canda Tia di sela sela penyuluhan.
LUKAJEL saat ini akan segera tersedia di toko online seperti Tokopedia, Shopee dan Bukalapak, dan akan segera hadir juga di apotek, toko obat, toko kelontong serta warung terdekat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba
-
Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar
-
Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi
-
Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000
-
Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?
-
Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram
-
Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS
-
Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan
-
Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global
-
Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik