Suara.com - Harga emas jatuh lebih dari 1 persen ke level terendah dalam seminggu pada Senin, di tengah penurunan tajam pada logam mulia karena penguatan dolar.
Selain itu kekhawatiran atas kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve menambah tekanan pada logam kuning tersebut.
Mengutip CNBC, Selasa (16/8/2022) harga emas di pasar spot merosot 1,2 persen menjadi USD1.780,99 per ounce, setelah mencapai titik terendah sejak 8 Agustus di awal sesi.
Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup hampir 1 persen lebih rendah menjadi USD1.798,10 per ounce.
Indeks Dolar (Indeks DXY) naik 0,8 persen membuat emas dan komoditas lain yang dihargai dalam greenback lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
"Emas tertahan di sekitar USD1.800, dan hari ini (Senin) dolar yang lebih kuat mendorong logam kuning dan seluruh kompleks komoditas lebih rendah," kata analis RJO Futures, Bob Haberkorn.
"Itu adalah perdagangan emas yang hati-hati saat ini, karena The Fed akan terus menaikkan suku bunga. Investor melihat kenaikan suku bunga di cakrawala." Tambah Haberkorn.
Investor menunggu risalah dari pertemuan Juli The Fed pada Rabu untuk isyarat tentang kemungkinan besarnya kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan yield obligasi, mendorong opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga: Harga Emas di Banda Aceh Turun, Masyarakat Ramai Menjual
Harga emas dan perak juga lebih rendah karena kekhawatiran permintaan setelah data ekonomi yang suram dari China, kata Jim Wyckoff, analis Kitco Metals.
Output industri di China, konsumen emas terbesar dunia, meningkat 3,8 persem pada Juli dari tahun sebelumnya, melambat dari kenaikan 3,9 persen pada Juni.
Logam kuning menarik arus safe-haven selama kekhawatiran resesi, tetapi ekonomi yang melambat berpotensi menyebabkan rendahnya permintaan emas fisik.
Sementara harga logam lainnya perak di pasar spot melorot 2,5 persen menjadi USD20,29 per ounce, platinum tergelincir lebih dari 2,9 persen menjadi USD934,16, sementara paladium anjlok 3,1 persen menjadi USD2.153,26.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi
-
Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul
-
Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen
-
Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?
-
Timur Tengah Memanas, Rosan Roeslani Sebut RI Jadi 'Gadis Cantik' bagi Investor