Suara.com - Perum Perumnas mulai melirik pembangunan hunian khusus untuk tenaga pendidik. Perumnas pun bekerja sama dengan IPB untuk menyediakan hunian khusus tenaga pendidik.
Direktur Utama Perumnas, Budi Saddewa Soediro menjelaskan, dalam kerja sama ini perseroan akan membangun hunian bagi karyawan IPB.
"Dalam tahap pertama kerja sama ini, Perumnas menyediakan sebanyak 160 unit hunian dalam satu lingkungan yang nyaman di Samesta Dramaga Bogor," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Selasa (16/8/2022).
Secara keseluruhan, Samesta Dramaga Bogor akan terdiri dari 2.284 unit hunian di mana secara misi Perumnas menyediakan slot minimal sebanyak 20% dari total unit hunian di setiap proyek dalam bentuk hunian subsidi.
Tingginya angka subsidi hunian tersebut, sebagai upaya Perumnas untuk terus mendukung penyediaan fasilitas dan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.
"Samesta Dramaga ini merupakan salah satu proyek strategis kami yang dilengkapi system cluster dengan tingkat kemanan yang tinggi memiliki CCTV dan security yang standby di lingkungan perumahan. Dari segi fasilitas, dilengkapi juga dengan area komersial, jogging track, area Pendidikan, taman, serta row jalan yang cukup lebar," imbuh dia.
Selain dibangunnya hunian, juga akan dibangun tempat khusus bagi mitra UMK binaan IPB untuk melakukan aktivitas bisnisnya. Sehingga dari terjalinnya kerja sama ini diharapkan penciptaan area pemukiman yang menggerakkan serta mengembangkan ekonomi warganya dapat terwujud dengan baik.
"Sehingga ke depannya harapan kami tidak hanya mendorong kinerja bisnis kami di sektor perumahan tetapi juga terdapat beberapa sektor lainnya yang dapat kami sentuh seperti pendidikan, pengembangan UMK, lingkungan hidup dan sosial yang dapat kami libatkan dalam proyek-proyek Perumnas," pungkas Budi.
Baca Juga: Sebelum Beli Rumah Hunian, Pahami Soal PM2.5 untuk Menjaga Kesehatan Keluarga
Berita Terkait
-
Sebelum Beli Rumah Hunian, Pahami Soal PM2.5 untuk Menjaga Kesehatan Keluarga
-
Riset Katadata Insight Center: Pembangunan Rumah Subsidi Kurang Diminati Pengembang Besar
-
Daru Estate Beri Kemudahan Masyarakat yang Ingin Beli Rumah Tanpa BI-Checking
-
Heboh Perumahan Mewah di Atas Gedung Mall, Ada Jalan Aspal, Ini Penampakannya
-
Diduga Berdiri di Tanah Kas Desa dengan Izin Tak Lengkap, Perumahan di Caturtunggal Disegel Satpol PP DIY
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Purbaya Blacklist Keluarga Dwi Sasetyaningtyas usai Viral Hina RI, Tagih Balik Dana LPDP Plus Bunga
-
Bos Agrinas Pangan Manut Diminta Tunda Impor Pikap dari India
-
Dasco Minta Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Ditunda: Tunggu Presiden Pulang
-
Apa Itu Harta PPS di SPT Tahunan Sistem Coretax, Ini Fungsinya
-
Profil OUE Commercial REIT, Aset 30 Triliun Milik Mochtar Riady
-
Agrinas Impor Pikap dari India, Resep Jitu Matikan Industri Otomotif Indonesia?
-
Purbaya Ungkap Impor 105 Ribu Mobil Pickup India Dibiayai Utang, Cicilan Rp 40 T per Tahun
-
Rebut Tahta! XL Ultra 5G+ Dinobatkan Jadi Jaringan 5G Tercepat di Indonesia versi OOkla Speed Test
-
Sengkarut Tarif Impor AS, RI Diminta Tarik Rem Darurat Soal Perjanjian Dagang
-
Trump Terjepit Keputusan MA, Rupiah 'Terbang' ke Rp16.802