Suara.com - Kawan Lama Group selama ini dikenal sebagai penggagas bisnis multisektor di Indonesia dengan 28 merek yang terbagi dalam enam pilar bisnis.
Sayangnya, pemilik Kawan Lama Group disorot setelah seorang karyawati mengaku sebagai korban pelecehan seksual di tempat kerja dengan pelaku sesama karyawan. Karyawati tersebut diduga menjadi korban pelecehan seksual usai menjadi model untuk foto produk kantor.
Informasi yang beredar korban memperoleh pelecehan ketika seorang fotografer mengambil foto dengan fokus bagian punggung tanpa izin.
Saat itu, karena kondisi korban yang belum siap, bra yang sedang dikenakan akhirnya ikut terambil dalam foto. Foto tersebut kemudian beredar dan korban mendapat komentar tidak sopan dari grup Whatsapp pertemanan kantor.
Padahal, Kawan Lama Group merupakan perusahaan yang memiliki reputasi di Indonesia. Perusahaan ini kini dimiliki oleh Kuncoro Wibowo, putra pertama pendiri Kawan Lama Grup, Wong Jin.
Kini perusahaan yang menyediakan peralatan rumah itu tak mau sekadar disebut sebagai bisnis keluarga. Lebih dari itu, perusahaan mengusung tagline bisnis untuk keluarga.
Di tengah perkembangannya yang sangat pesat, Kawan Lama Group sebenarnya tercetus dari sebuah toko perkakas berukuran 3x3 meter.
Nama Kawan Lama tercetus oleh Wong Jin dari sebuah obrolan santai pada 1955. Di tahun itu, Kawan Lama Group baru saja memulai bisnis dengan membuka toko perkakas di kawasan Glodok, Jakarta.
Kemudian perusahaan bertransformasi menjadi PT Kawan Lama Sejahtera, diikuti oleh pembukaan cabang dan pusat distribusi di berbagai kota. Untuk mendukung ekspansi yang masif ini, lokasi kantor pusat pindah ke sebuah gedung empat lantai di Glodok Jaya.
Baca Juga: 6 Fakta Pegawai Kawan Lama Group Jadi Korban Pelecehan Seksual, Sang Suami Berang
Inovasi terus dilakukan hingga kini Kawan Lama Group terdiri dari 28 merek usaha yang terbagi ke dalam enam pilar bisnis: Commercial & Industrial, Consumer Retail, Food & Beverage, Property & Hospitality, Commercial Technology, serta Manufacturing & Engineering. Beberapa merek yang terkenal dari Kawan Lama Group adalah Informa, Ace, Sensorindo, dan minuman kekinian Chatime.
Pengembangan perusahaan itu dimulai sejak 1990 dengan hadirnya Sensorindo di bawah nama PT Multi Sesindo Selaras.Perusahaan pun berkembang menyediakan peralatan rumah di ritel modern yang kini banyak dikenal masyarakat.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Karyawati PT Kawan Lama Group yang Diduga Alami Pelecehan Seksual Terima Bantuan Hukum dari Hotman Paris
-
Hotman Paris jadi Kuasa Hukum Korban Pelecehan di PT Kawan Lama Group
-
Karyawatinya Diduga Jadi Korban Pelecehan Rekan Sekantor, Kawan Lama Group Lakukan Pemeriksaan Internal
-
Korban Pelecehan di Kawan Lama Group Terima Tawaran Hotman Paris sebagai Kuasa Hukum
-
6 Fakta Pegawai Kawan Lama Group Jadi Korban Pelecehan Seksual, Sang Suami Berang
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
-
Permintaan Obligasi Indonesia Turun ke Titik Terendah dalam Setahun Terakhir
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Pertamina Gagalkan Pencurian 10 Ton Minyak Mentah di Prabumulih
-
Pandu Sjahrir Beberkan Mekanisme Danantara Investasi di Pasar Saham
-
Danantara Tak Mau Ikut Campur Soal Saham Gorengan yang Diusut Bareskrim
-
Tak Lagi Andalkan Listrik, Bisnis Beyond kWh Didorong Jadi Sumber Pertumbuhan
-
Setelah Perbaiki KRAS, Danantara Bangun Pabrik Baja Baru
-
BRI Perkuat Transformasi Digital, Pengguna BRImo Tembus 45,9 Juta