Suara.com - Tebar manfaat zakat bagi masyarakat, Unit Pengumpul Zakat PT Pupuk Kalimantan Timur (UPZ Pupuk Kaltim) secara bertahap salurkan kepedulian bagi para mustahiq di Kota Bontang dan Kalimantan Timur, hingga berbagai wilayah lainnya di Indonesia.
Sepanjang semester I tahun 2022 atau periode Januari - Juni, UPZ Pupuk Kaltim telah merealisasikan penyaluran zakat karyawan sebesar Rp2,4 Miliar dengan sasaran di lima program utama. Diantaranya Kemanusiaan, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan Dakwah Advokasi.
Ketua UPZ Pupuk Kaltim Nur Sahid, mengungkapkan penyaluran zakat pada lima program tersebut sesuai arahan Baznas RI, yang tertuang dalam Peraturan Baznas Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pendistribusian Zakat. Sekaligus wujud implementasi UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Zakat, dengan tujuan mendapatkan kemanfaatan dari dana zakat yang dikelola dan dikumpulkan.
Sejalan dengan aturan tersebut, persentase penyaluran terbagi dalam dua kategori, yakni sebesar 70 persen untuk Kota Bontang dan Kalimantan Timur, serta 30 persen disalurkan secara Nasional melalui Baznas RI.
"Penyaluran pun menyasar para mustahiq yang memenuhi kategori 8 asnaf penerima zakat, serta menitikberatkan pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan," ujar Nur Sahid.
Dari lima program utama, penyaluran zakat dengan manfaat terbesar dialokasikan pada bidang pendidikan dengan total nilai Rp770,6 juta atau 30,2 persen. Selanjutnya program kemanusiaan senilai Rp765,2 juta, lalu program kesehatan Rp590,4 juta, disusul program dakwah dan advokasi sebesar Rp341,8 juta, serta program ekonomi Rp17,5 juta.
Realisasi program pendidikan berupa beasiswa cendikia bagi para santri Rumah Quran serta ratusan mahasiswa jenjang Strata-1 dari keluarga tidak mampu yang tersebar di 15 Kelurahan Kota Bontang. Kemudian di bidang kemanusiaan, direalisasikan pada berbagai program rutin UPZ Pupuk Kaltim seperti blusukan bulanan ke berbagai wilayah Bontang, program Jumat Berkah, ATM Beras, bantuan korban bencana, sembako bagi masyarakat yang menjalani isolasi mandiri, safari Ramadan hingga sembako rutin bagi masyarakat Dhuafa.
"Blusukan merupakan salah satu program andalan yang dilaksanakan setiap bulan, dengan mendatangi dan menyalurkan langsung bantuan bagi mustahiq berdasarkan usulan yang masuk. Mustahiq juga diverifikasi dan disurvei oleh tim UPZ Pupuk Kaltim, untuk memastikan penerima sesuai kategori 8 asnaf," terang Nur Sahid.
Selanjutnya di bidang kesehatan, realisasi zakat yang dikelola UPZ Pupuk Kaltim mencakup biaya pengobatan dan transportasi berobat ke luar daerah bagi mustahiq, program Klinik Dhuafa di Kelurahan Loktuan Bontang Utara, dukungan alat bantu bagi penyandang disabilitas, serta khitan massal bagi ratusan anak di Kota Bontang. Sementara dari bidang dakwah advokasi, menyasar program pembinaan mualaf, subsidi bagi guru TPA, pembinaan panti asuhan dan pesantren, honor imam dan takmir Masjid, serta honor mubaligh dan mubalighah.
Baca Juga: PKT Siap Kembangkan Potensi dan Hilirisasi Industri
"Dari bidang ekonomi kami salurkan berupa modal usaha bagi pelaku UMKM di Kota Bontang, termasuk para mualaf yang dibina BPUI Pupuk Kaltim," lanjut Nur Sahid.
Berdasarkan realisasi, penerima manfaat zakat UPZ Pupuk Kaltim sepanjang semester 1 2022 mencapai 1.300 orang lebih di Kota Bontang. Jumlah tersebut diluar penerima manfaat yang disalurkan melalui Baznas RI untuk Kalimantan Timur dan kawasan lain di Indonesia, seperti bantuan sapi kurban pada Idul Adha 1443 H di Papua Barat.
Menurut Nur Sahid, pengumpulan hingga penyaluran dana zakat dilakukan secara terbuka dan transparan, karena sejak awal UPZ Pupuk Kaltim menerapkan kebijakan untuk tidak menahan dana zakat sebagai kas. Pertanggungjawaban penyaluran dan pengelolaan dana zakat juga dilakukan secara disiplin, melalui pelaporan berkala kepada para muzakki.
Program yang selama ini berjalan dipastikan Nur Sahid terus dievaluasi, untuk dilakukan peningkatan agar lebih optimal dan manfaat zakat yang disalurkan makin berdampak signifikan terhadap pengentasan kemiskinan dan kesenjangan sosial.
“Dari program yang bersifat charity, aspek pemberdayaan akan menjadi sasaran utama ke depan, sehingga manfaatnya bisa didapat secara berkesinambungan,” tutur Nur Sahid.
Dirinya pun memastikan UPZ Pupuk Kaltim berkomitmen menjalankan amanah sesuai ketentuan, dengan mengelola dana umat secara profesional dan transparan, sehingga mustahiq yang kini menerima manfaat zakat bisa menjadi muzakki ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Sudah Punya Direksi Asing, Tapi Garuda Indonesia Malah Turun Kasta Jadi Bintang 4
-
Garuda Indonesia Turun Kasta Jadi Bintang 4, Kenyamanan dan Fasilitas Menurun
-
Ketum PERBANAS Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
-
Elektrifikasi Jalur Kereta Malaysia Rampung Lebih Cepat, PLN Group Perkuat Reputasi Internasional
-
Wapres Cek Proyek Strategis Senilai Rp1,4 T di Tuban, Siap Genjot Ekspor Semen ke Pasar Global
-
Fitch Semprot Outlook RI Jadi Negatif, Menkeu Purbaya Jujur: Salah Saya Juga!
-
Pertamina Tegaskan Stok BBM Aman: Cadangan Nasional Bisa Tahan hingga 35 Hari
-
Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 16 dan 18 Maret, Menhub Siapkan Skema WFA
-
Mudik Lebaran 2026 Diproyeksi Turun, Menhub: Pergerakan Tetap Bisa Tembus di Atas 143 Juta Orang
-
Pegadaian Perkuat Transformasi Layanan Lewat Kampanye Nasional Melayani Sepenuh Hati