Bisnis / Energi
Selasa, 21 April 2026 | 18:51 WIB
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan penerapan B50 akan dilakukan serempak pada 1 Juli 2026. [Antara]
Baca 10 detik
  • Kementerian ESDM akan menerapkan mandatori penggunaan biodiesel B50 secara serentak di semua sektor mulai 1 Juli 2026.
  • Program uji jalan B50 yang melibatkan berbagai jenis kendaraan telah berlangsung sejak Desember 2025 dengan hasil memenuhi spesifikasi.
  • Implementasi B50 diproyeksikan mampu meningkatkan nilai tambah CPO serta menghemat devisa negara sebesar Rp157,28 triliun pada 2026.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan kebijakan mandatori biodiesel 50 atau B50 akan diterapkan secara serentak untuk semua sektor yang dimulai pada 1 Juli 2026.

Kementerian ESDM memperkirakan uji jalan B50 untuk sektor otomotif akan selesai pada Mei. Tahap uji jalan telah berlangsung sejak 9 Desember 2025 terhadap 9 unit kendaraan. Setelah itu akan dilakukan pengecekan mesin yang rencananya rampung di Juni.

“Mulai (1 Juli), itu untuk semua sektor. Semua sektor tadi (pakai) B50,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi ketika ditemui di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 Lembang Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026).

Selain sektor otomotif, B50 juga diuji di sektor alat mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, kereta api serta pembangkit listrik.

“Jadi, tidak ada yang B40 lagi. Infrastrukturnya malah kesusahan. Sehingga, mulainya serentak, ya, di semua sektor,” ujar Eniya.

Dari sisi ekonomi, program biodiesel berpotensi meningkatkan nilai tambah CPO dan menghemat devisa negara, dengan proyeksi penghematan menjadi Rp157,28 triliun pada tahun 2026, meningkat dari Rp140 Triliun.

“Insyaallah sesuai dengan arahan, bisa berlaku 1 Juli,” ucapnya.

Uji jalan B50 ditargetkan rampung pada Mei 2026 dan melibatkan 9 kendaraan. [Antara]

Libatkan 9 Kendaraan

Uji jalan yang sudah berlangsung sejak 9 Desember 2025 melibatkan sembilan unit kendaraan yang terdiri dari empat unit kendaraan penumpang dengan kapasitas di bawah 3,5 ton dan lima unit kendaraan niaga dengan kapasitas di atas 3,5 ton.

Baca Juga: Kabar Terbaru B50: Bahlil Sebut Kendala Pabrik Sudah Ada Solusi!

“Dan kali ini, pabrikannya bukan hanya pabrikan Jepang. Pabrikan Eropa juga ikut. Bus sama truk besarnya (pabrikan Eropa),” ujar Eniya.

Saat ini, Eniya menerima laporan bahwa tiga unit kendaraan yang terdiri atas truk dan bus sudah menyelesaikan uji jalan sejauh 40.000 Sementara itu, uji jalan untuk kendaraan lainnya masih berlangsung.

Untuk kendaraan niaga berat, jarak tempuh uji jalan B50 berada di angka 40.000 sedangkan, untuk kendaraan penumpang, jarak tempuh uji jalan B50 berada di angka 50.000 km.

“Setelah selesai 50.000 km, nanti ada tugas untuk mengecek semua engine (mesin),” kata Eniya.

Eniya menyampaikan, hasil sementara uji B50 menunjukkan bahwa kualitas bahan bakar B50 telah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan.

“Tadi uji kandungan air sudah keluar, angkanya 208,81 ppm. Itu berarti di bawah 300 ppm (kadar air maksimal). Jadi, lebih bagus. Karena (kadar air) lebih rendah, lebih bagus,” tutup Eniya.

Load More