Suara.com - Beberapa waktu belakangan ini masyarakat dibuat menjerit dengan melonjaknya harga telur ayam yang meledak pada sejumlah daerah di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pasalnya di pasar tradisional, harga telur ayam di atas Rp 30 ribu per kilogram.
Abdullah Mansuri selaku Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia menyampaikan bahwa harga telur sekarang adalah harga termahal sejak 5 tahun terakhir.
Abdullah menambahkan, harga telur awalnya sekitar Rp27.000/kg, lalu naik menjadi Rp29.000 /kg. Kemudian naik lagi Rp30.000 hingga Rp 32.000/kg.
"Ini harga tertinggi dalam sejarah 5 tahun terakhir Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja," ujar Abdullah.
Tak ayal, gejolak harga telur tersebut, menurut Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan kini telah menjadi perhatian Presiden Joko Widodo.
“Kenaikan harga telur ini menjadi ditanyakan langsung oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi” kata ke Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini saat ditemui usai rapat bersama Jokowi di Istana Negara, Jakarta.
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo secara terpisah juga prihatin terhadap gejolak harga telur ini. Menurutnya kenaikan harga telur ayam disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain gangguan distribusi, kenaikan harga juga terjadi karena kenaikan pakan ternak untuk ayam petelur, karena beberapa komponen pakan didapatkan bungkil kedelai, dimana harga kedelai nya yang import naik cukup tinggi dan beberapa material dari import.
Pada saat pandemi, peternak mengurangi pembelian DOC (Day Old Chick), sehingga jumlah populasi ayam petelur yang di ternakkan relatif tidak sebanyak kondisi normal. Selain itu kenaikan harga telur juga dipicu seminggu yang lalu adanya pencairan program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) program Kemensos yang dirapel, dimana di dalamnya ada produk telur ayam.
“Sepertinya karena faktor itu (momen pencairan BPNT). Banyak persediaan telur yang dibeli oleh agen, sehingga persediaan telur berkurang. Hal ini dinilai merupakan faktor dominan, mengapa terjadi kenaikan harga telur ayam. Selanjutnya untuk mencegah gejolak harga telur berulang, program apapun yang disiapkan oleh Kemensos hendaknya berjalan konsisten sesuai jadwal dan tidak on-off yang akhirnya mengakibatkan volatilitas harga. Ini penting dilakukan agar peternak ayam petelur bisa membuat perencanaan yang baik, sehingga harga cenderung stabil,” ungkap Pamrihadi.
Namun demikian untuk wilayah Jakarta, khususnya bagi warga penerima manfaat Program Pangan Murah bersubsidi sangat terbantu dengan gejolak harga telur yang terjadi sekarang. Pasalnya mereka bisa membeli telur 1 tray sebanyak 15 butir dengan harga Rp10.000 sebagaimana tercantum dalam daftar komoditi pangan yang terdapat dalam Program Pangan Murah Bersubsidi.
Baca Juga: Harga Telur Ayam Merangkak, Peternak Cekak
“Warga Jakarta penerima manfaat program pangan murah bersubsidi yang setidaknya berjumlah 1 jutaan orang sangat terbantu. Ini bisa dibuktikan dengan serapan komoditi telur dalam program pangan murah bersubsidi naik 20 persen saat terjadi gejolak harga telur terjadi seperti sekarang” jelas Pamrihadi.
Selanjutnya untuk mencegah gejolak harga telur di kemudian hari, sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Food Station akan bekerjasama dengan IPB melakukan budidaya tanam jagung. Hasil dari budidaya jagung tersebut nantinya sebagian besar akan dialokasikan kepada peternak ayam petelur di daerah sentra produksi yang telah bekerjasama dengan Food Station. Upaya ini dilakukan untuk menekan gejolak harga jangung yang merupakan pakan bagi ayam petelur.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Konsumsi Pertamax Melonjak 20 Persen Sepanjang 2025, BBM Ramah Lingkungan Makin Diminati
-
Rem Darurat Pinjol! OJK Batasi Utang Maksimal 30% Gaji Mulai 2026
-
Aset Pengguna Tokocrypto Tembus Rp5,8 Triliun, Diaudit Teknologi Canggih!
-
Harga Pangan Nasional Terus Melandai, Cabai hingga Bawang Merah Kompak Turun
-
BRI Peduli Berdayakan Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan dan Pemagangan Strategis
-
Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela
-
Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
-
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS
-
Emas Antam Melesat ke Harga Tertinggi, Hari Ini Tembus Rp 2.631.000 per Gram