Suara.com - BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) memberikan pelatihan dan pemberdayaan kepada eks pesertanya yang antara lain ahli waris peserta yang sudah melakukan klaim Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan juga penyandang disabilitas. Kegiatan yang sudah dilaksanakan selama 3 hari ini ditutup dengan pameran yang dilaksanakan di Kantor Cabang BPJamsostek Banyuwangi, Jawa Timur.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo bersama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
“Saya bersama Bupati Banyuwangi, Ibu Ipuk Fiestiandani menghadiri kegiatan Membership Empowerment Benefit. Para ahli waris dari peserta yang terima santunan ini, beberapa hari kemarin kita beri pelatihan agar mereka punya kemampuan wirausaha, sehingga diharapankan dengan uang santunan yang didapat, bisa digunakan untuk memastikan kesejahteraan mereka tetap terjaga,” ujar Anggoro, Jumat (26/8/2022)
Menurutnya, Membership Empowerment Benefit ini merupakan kegiatan agar eks peserta BPJamsostek memiliki skill baru untuk dapat bersaing di dalam mencari pekerjaan atau membuka lapangan pekerjaan sendiri.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan santunan kematian dan manfaat beasiswa kepada 3 ahli waris, 68 paket alat pelindung diri (APD) dari PT ASDP Indonesia Ferry dan 15 paket bahan pangan pokok dari PT. Istana Cipta Sembada, serta perlindungan pekerja rentan yang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui APBD kepada 5 ribu pekerja dengan profesi nelayan.
“Kami mengapresiasi Bupati Ipuk dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi atas kepedulian dan dukungan terhadap optimalisasi penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan di Banyuwangi. Contoh nyatanya saat ini, kami menyerahkan simbolis kartu peserta kepada 5.000 nelayan yang didaftarkan melalui dana APBD Pemkab Banyuwangi,” tambah Anggoro.
Ipuk Fiestiandani dalam keterangannya mengapresiasi yang dilakukan BPJamsostek, terutamanya kepada masyarakat pekerja yang ada di Banyuwangi.
“Terkait dengan pemberdayaan yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan ini seiring juga dengan program pemerintah daerah dan arahan dari Bapak Presiden pastinya. UMKM harus diperkuat karena menurut salah satu thesis di Kabupaten Banyuwangi, perekonomian dapat tumbuh dengan cepat karena UMKMnya tumbuh,” ucap Ipuk.
Ia menyatakan bahwa ia mewakili Pemda Banyuwangi siap bersinergi untuk memaksimalkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh pekerja yang ada di Kabupaten Banyuwangi.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Minta Pelaku Klaim Fiktif Dapat Efek Jera
Menurut data BPJamsostek, pada Agustus tahun lalu sampai Juli 2022, total pembayaran manfaat kepada peserta untuk seluruh program BPJamsostek di Banyuwangi senilai Rp146 miliar, dengan jumlah klaim sebanyak 12 ribu kasus. Pada periode yang sama, manfaat maksimal beasiswa pendidikan anak yang diberikan senilai Rp645 juta kepada 182 anak yang berhak.
Menutup kegiatan tersebut, Anggoro menyebutkan, jumlah tenaga kerja di Banyuwangi yang sudah terlindungi BPJamsostek per Agustus 2022 sebanyak 123 ribu tenaga kerja atau sekitar 19%, yang mana masih ada sekitar 524 ribu lagi tenaga kerja yang belum terlindungi.
“Kami mengajak kepada seluruh pekerja, apapun pekerjaannya, baik nelayan, petani, pedagang, pekerja transportasi dan pemberi kerja untuk memastikan dirinya terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan, karena ini merupakan tugas kita bersama untuk mengajak mereka menjadi peserta, agar jika terjadi sesuatu mereka tetap ada perlindungannya, sehingga berujung kepada masyarakat Banyuwangi yang produktif dan sejahtera,” pungkas Anggoro.
Berita Terkait
-
BPJS Ketenagakerjaan Kaltim Akui Banyak Nakes Honorer Tidak Ter-cover
-
Menaker Serahkan Manfaat Layanan Tambahan BPJS Ketenagakerjaan bagi Para Pekerja
-
Pengabdian Kepada Masyarakat USU Dorong Peningkatan Potensi Wisata Desa Bandar Rahmat
-
3 Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan. Tidak Membutuhkan Waktu Lama Lagi
-
Cara Membuat BPJS Ketenagakerjaan Secara Online dan Offline
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Bank Maybank Indonesia Hanya Raup Laba Rp1,66 Triliun di Tahun 2025
-
Menkeu Singgung Pajak Rakyat Bukan untuk Penghina Negara
-
Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Lebaran
-
Izin Davies Vandy Resmi Dicabut OJK, Ini Alasannya
-
Penerima Beasiswa LPDP Kembalikan Dana ke Negara karena Tak Mengabdi, Per Orang Rp 1-2 Miliar
-
Bos LPDP: Anak Pejabat Boleh Terima Beasiswa
-
Tak Semua Huntap di Daerah Bencana Sumatera Rampung Sebelum Lebaran
-
Menteri PKP: 133.000 Rumah Subsidi Berdiri di Jateng dan Jatim di 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Pemerintah Ingatkan Industri Kualitas Genteng Harus Dijaga Dalam Program Gentengisasi