Suara.com - PT Rekayasa Industri (Rekind) akan lebih memaksimalkan lagi kekuatan, kompetensi dan inovasinya di Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) agar proses pelaksanaan Gas on Streaming (GoS –aliran gas) berjalan aman, lancar sesuai harapan pemerintah bangsa dan negara.
Kesiapan ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih saat hadir mendampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Wakil Menteri (Wamen) BUMN 1 Pahala Mansury ketika berkunjung ke lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut, di Desa Bandungrejo, Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur.
Kunjungan ini untuk melihat langsung kesiapan GoS dan perkembangan proyek yang digadang-gadang bakal menjadi salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia ini.
GoS merupakan penentu keberhasilan proyek JTB yang mencapai tahapan produksi. Sebelumnya, Rekind melalui pengalaman dan keahliannya berhasil mengantarkan proyek ini masuk pada tahapan Gas In. Gas In merupakan tahap awal pembuktian bahwa equipment dan instalasi gas terintegrasi yang dikerjakan putra putri terbaik Rekind berjalan dengan baik.
“Tahapan GoS juga menjadi pertaruhan penting buat Rekind. Kami akan bekerja lebih optimal lagi untuk mencapai tahapan ini. Menaikkan lagi level kekuatan, pengalaman, kompetensi dan inovasi yang kami punya, termasuk berkoordinasi lebih maksimal dengan seluruh pihak. Semoga, pelaksanaan GoS berjalan lancar, aman sehingga harapan pemerintah, bangsa dan negara bisa terwujud,” ujar Triyani Utaminingsih.
Wanita yang akrab disapa Yani ini juga menegaskan, sejak awal pengerjaan proyek ini dipercayakan kepada Rekind, pihaknya sangat konsisten dan fokus secara penuh agar bisa memberikan hasil terbaik dalam mewujudkan keberlangsungan proyek JTB. Semua tahapan dilakukan dengan maksimal, dan profesional melalui penerapan inovasi yang dimiliki Rekind, mulai dari proses perancangan hingga membangun infrastruktur berteknologi tinggi.
"Kehadiran Rekind di Proyek JTB merupakan peran nyata kami dalam mendukung program pemerintah, terutama dalam hal kemandirian dan pemanfaatan sumber daya gas, yang harapannya akan bermuara untuk menopang perekonomian bangsa dan negara,” tambah Yani.
Dalam sesi khusus Mesesneg Pratikno menjelaskan, di tengah skala global saat ini terjadi kebutuhan energi yang cukup besar, salah satunya karena dampak dari perang ukraina dan lainnya. Kebutuhan gas domestik juga meningkat luar biasa sejalan dengan kebijakan Presiden untuk industrialisasi dan hilirisasi.
"Itu artinya kita harus memproduksi gas secara besar, terlebih gas memiliki emisi yang lebih rendah dibandingkan energi fosil lainnya," terangnya.
Baca Juga: Rekind Digandeng Pemerintah Kembangkan PSN Bahan Bakar Nabati
Pratikno menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proyek ini; pada Pertamina dan anak perusahaan nya, BUMN yang termasuk Rekind di dalamnya dan SKK Migas yang bekerja keras untuk mempercepat produksi ini. “Ini akan mendukung kebijakan nasional kita dalam suplai energi yang emisinya lebih rendah," tambahnya.
Dalam pandangan Wamen BUMN 1 Pahala Mansury, Proyek JTB ini strategis bukan hanya pada sektor energi, namun juga untuk sektor pangan juga memiliki peran strategis seperti pupuk. Ditambahkannya, jumlah industri di Pulau Jawa mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Khususnya dengan pengembangan kawasan industri di jalur utara pulau Jawa. Terlebih, saat ini pipa Gresik - Semarang (Gresem) juga sudah siap.
"Project JTB ini sangat strategis bagi pengembangan kawasan industri di Pulau Jawa ini," ujarnya.
Pahala Mansury berharap Gas on Stream (GoS) dari JTB nanti dapat berjalan lancar setiap tahapnya. Rencananya GoS akan dilaksanakan 20 persen dari total produksi. Kemudian Pahala juga mengharapkan fasilitas yang lain dapat selesai sehingga bisa naik di angka 40 persen dan selanjutnya di November nanti bisa mencapai angka penuh 100 persen.
"Kita dari Kementerian BUMN tentunya selalu mengawal semua pihak yang terlibat baik itu dari internal BUMN sendiri seperti Rekind yang merupakan perusahaan EPC di proyek ini untuk bisa berkoordinasi dengan baik bersama para vendor lain dan memastikan proses GoS bisa berjalan dengan lancar dan aman," ungkapnya.
Proyek gas JTB ini akan memproduksi sales gas sebesar 192 MMSCFD yang akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan gas di kawasan Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Gas JTB ini juga sebagai salah satu pengejawantahan strategi dari Pertamina untuk menunjang program transisi energi dalam bentuk komersialisasi gas sebagai energi baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara