Suara.com - Produsen mobil Vietnam VinFast mulai menyalurkan batch pertama 100 kendaraan SUV kepada pelanggan lokal, dengan pengiriman kendaraan di Amerika Serikat (AS) akan dimulai segera pada Desember.
Pabrikan yang mulai beroperasi pada 2019, bersiap untuk berekspansi di pasar AS, di mana mereka berharap dapat bersaing dengan pembuat mobil dan perusahaan rintisan lama melalui dua SUV listriknya, VF8 dan VF9, termasuk penyewaan baterai untuk mengurangi harga pembelian.
"Batch pertama 5.000 unit VF8 akan ditujukan untuk pasar AS dan Amerika Utara. Produksi massal akan dimulai minggu depan," kata CEO global VinFast Le Thi Thu Thuy kepada Reuters.
VinFast, bagian dari Vingroup JSC, akan mulai mengirimkan mobil ke luar negeri pada bulan November dan mobil akan dikirimkan kepada pelanggan segera setelah Desember, kata Thuy.
Perusahaan telah mendaftarkan hampir 65.000 pemesanan secara global, dan mengharapkan untuk menjual 750.000 kendaraan listrik per tahun pada tahun 2026, dimulai dengan SUV all-electric VF8 dan VF9.
Pada bulan Maret, VinFast mengatakan akan membangun pabrik produksi di North Carolina dengan kapasitas awal yang diproyeksikan sebesar 150.000 kendaraan listrik per tahun. Demikian disiarkan Reuters, Minggu (11/9).
Berita Terkait
-
Wuling Air EV Telah di Bagikan Kepada 100 Pembeli Pertama
-
Inden 2 Bulan, Wuling Air EV Laku Hampir 3000 Unit
-
Perbandingan Isi Daya Listrik Mobil dan Isi BBM: Lebih Hemat Mana?
-
Media Vietnam Ketar-ketir Timnas Indonesia Pakai SUGBK di Piala AFF 2022
-
Wuling Serahkan 100 Unit Mobil Listrik Air ev Kepada Konsumen Pertama
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari