Suara.com - Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air diminta untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru di era pandemi Covid-19, salah satunya menuju era digital.
CEO Wiranesia Inkubator Faransyah mengatakan untuk bisa bertahan di tengah pandemi para pelaku UMKM harus memiliki kecakapan digital.
Menurut dia pandemi Covid 19 ini menjadi masa yang paling sulit bagi para pelaku bisnis khususnya UMKM. Dimasa pandemi ini banyak sekali UMKM yang terpaksa harus gulung tikar karena tidak mampu beradaptasi.
"Sebelum pandemi pelaku usaha khususnya UMKM yang sudah go digital mampu bertahan, namun bagi mereka yang belum digital ketika pandemi usaha mereka mati," kata Coach Faran panggilan akrabnya dalam sebuah diskusi virtual bertajuk 'Optimalkan Teknologi Digital Bantu Bisnis Makin Terkenal' yang diselenggarakan Suara.com, Selasa (13/9/2022).
Menurut dia langkah untuk go digital bagi para pelaku UMKM merupakan suatu keharusan dan keniscayaan yang harus dilakukan, karena saat ini hampir seluruh kebiasaan masyarakat berubah drastis akibat pandemi Covid-19.
"Go digital sebuah opsi sebuah keharusan sebuah niscayaan yang harus dilakukan oleh pelaku UMKM," katanya.
Dia bilang sebagian besar konsumen saat ini senang berbelanja online, sehingga kata dia para pelaku usaha khususnya UMKM juga harus beradaptasi dengan kondisi tersebut.
"Secara otomatis kita harus jadi pengusaha online karena pembelinya juga udah beralih ke online," katanya.
Dari data yang disampaikan Coach Faran sekitar 202,6 juta penduduk Indonesia sudah tersambung dengan internet, dari data tersebut sekitar 87,1 persen penduduk melakukan pembelian sejumlah produk melalui online.
Baca Juga: iSeller Dukung Digitalisasi Bisnis Ratusan UMKM di Event JF3
Artinya dari data ini kata Coach Faran para UMKM tanah air mesti untuk masuk ke ruang lingkup digital untuk menangkap pasar daring yang sangat terbuka lebar, sehingga peluang untuk UMKM maju sangat besar.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah jumlah UMKM yang sudah onboarding di ekosistem digital saat ini baru mencapai 19 persen atau sekitar 12 juta UMKM.
Pemerintah pun menargetkan 30 juta UMKM digitalisasi hingga 2024. Menteri Koperasi UKM Teten Masduki menyebut perlu 6 juta UMKM masuk digital per tahun guna target itu terealisasi.
"Kita punya target sampai 2024 UMKM on boarding di digital 30 juta. Saat ini per Mei (baru) 13,5 juta atau 21 persen. 21 persen kalau 13,5 juta dan 3 tahun (lagi untuk) 30 juta ini kan rata-rata 6 juta per tahun," ucap Teten beberapa waktu lalu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Tak Semua Huntap di Daerah Bencana Sumatera Rampung Sebelum Lebaran
-
Menteri PKP: 133.000 Rumah Subsidi Berdiri di Jateng dan Jatim di 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Pemerintah Ingatkan Industri Kualitas Genteng Harus Dijaga Dalam Program Gentengisasi
-
Fenomena Rojali-Rohana Disorot BPS, Sensus Ekonomi Mau Bongkar Aktivitas Tersembunyi
-
Pesan Dirut LPDP ke Alumni: Lu Pakai Duit Pajak, Ingat Itu!
-
China Jengah Kesepakatan Prabowo-Trump, Mau Cabut Investasi di Indonesia?
-
Kemenkeu Luruskan Pajak Digital RI & AS, Google-Netflix Tetap Kena Pajak
-
Tak Bisa Cuma Andalkan APBN, Menteri PKP Maruarar Sirait Tagih Kolaborasi Daerah dan Swasta
-
Sorak-sorai Pengusaha AS Kala Trump Tekuk Prabowo di Negosiasi Dagang