Suara.com - Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) telah bertransformasi menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dengan konsep yang diperbarui. Tujuannya mencetak generasi baru berkualitas di sektor pertanian Indonesia. Institusi tersebut masih di bawah binaan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.
“Kalau dulu output-nya penyuluhan. Penyuluh. Kalau yang baru ini alumninya harus qualified job seeker dan qualified job creator,” kata Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi.
Alumni Polbangtan diarahkan memiliki kualitas diri yang mumpuni di bidang pertanian, baik sebagai pencari kerja maupun pencipta lapangan kerja di sektor terkait.
“(Di Polbangtan) ada pelatihan vokasi, ada penyuluhan. Tujuannya regenerasi petani Indonesia, membangun petani milenial,” kata Dedi.
Ia menjelaskan, kendati pendidikan di Polbangtan melalui beasiswa, para lulusannya tidak memiliki ikatan struktural dengan Kementan. Namun, kata dia, langkah alumnus berada dalam arahan pihaknya agar tujuan mencetak regenerasi pelaku usaha tani tercapai.
“Yang ada adalah ikatan fungsional dan emosional. Kami kontrol mereka agar betul-betul bekerja di sektor pertanian, terutama pertanian riil,” jelas Dedi.
Menurutnya, saat ini kebutuhan SDM di sektor pertanian masih belum tercukupi melalui Polbangtan. Karena itu, pihaknya bekerja sama dengan politeknik yang digawangi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta lembaga pendidikan sejenis yang ada di provinsi-provinsi.
“Strategi kami berubah. Kami tidak mungkin membangun pertanian Indonesia sendiri,” katanya.
Pada 2019, Polbangtan bertambah jumlahnya dengan adanya Politeknik Engineering Pertanian Indonesia yang berlokasi di Serpong, Banten. Dedi berharap dengan adanya tambahan politeknik ini bisa memperkuat pengembangan SDM pertanian dalam negeri.
Baca Juga: Jamin Ketersedian Kedelai, Cabai dan Bawang, BUMN Diminta Beli Semua Stok
“Penambahan poltek baru belum ada rencana, tapi kami berdayakan poltek yang ada,” katanya.
Sekadar informasi, Polbangtan memiliki 13 program studi yang ditawarkan untuk sarjana terapan maupun diploma, yakni Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Penyuluhan Perkebunan Presisi, Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan, Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Agribisnis Hortikultura, Teknologi Benih, Teknologi Pakan Ternak, Produksi Ternak, dan Agribisnis Peternakan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
-
RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika
-
Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran
-
Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI
-
Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
-
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
-
Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja