Suara.com - Bank BTN membuka kesempatan emas bagi talenta muda Indonesia untuk merasakan atmosfer kerja di industri perbankan nasional.
Melalui program magang di divisi Communication Visual, Bank BTN mengundang mahasiswa aktif maupun lulusan baru (fresh graduate) untuk mengisi lima posisi strategis yang tersedia.
Program ini tidak hanya terbatas bagi mereka yang memiliki latar belakang pendidikan linier, namun terbuka untuk seluruh jurusan asalkan memiliki minat dan kompetensi di bidang visual.
Magang ini dirancang untuk memberikan nilai tambah berupa pengalaman profesional serta wawasan mendalam mengenai tata kelola komunikasi di sektor perbankan.
Kualifikasi dan Persyaratan Pelamar
Bagi Anda yang tertarik bergabung, Bank BTN menetapkan beberapa kriteria utama untuk memastikan standar kualitas tim kreatif tetap terjaga. Berikut adalah rincian persyaratannya:
- Status Akademik: Mahasiswa aktif perguruan tinggi atau pelamar yang sudah menyelesaikan studi (lulus).
- Latar Belakang Pendidikan: Diutamakan dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) atau bidang terkait lainnya yang relevan.
- Keahlian Teknis: Mahir dalam mengoperasikan berbagai perangkat lunak (software) desain.
- Portofolio: Wajib melampirkan karya ilustrasi 2D atau 3D serta dokumentasi proyek yang pernah ditangani sebelumnya.
- Kompetensi Inti: Memiliki kreativitas tinggi, mampu menerjemahkan informasi kompleks menjadi grafis yang menarik, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
Tanggung Jawab dan Tugas Utama
Selama masa pemagangan, peserta akan dilibatkan langsung dalam berbagai proyek nyata di bawah supervisi tim profesional. Tugas yang akan dilakukan meliputi:
Dukungan Tim Kreatif: Berkolaborasi merancang aset desain sesuai dengan arahan project manager.
Baca Juga: Danantara Guyur Pinjaman Rp 2 Triliun ke BTN, Buat Apa?
Manajemen Revisi: Melakukan penyesuaian desain berdasarkan masukan dari tim dan pimpinan departemen.
Konsistensi Merek: Menjaga agar seluruh karya visual selaras dengan panduan identitas merek (branding) Bank BTN.
Manajemen Waktu: Mengelola jadwal produksi secara efisien, mulai dari tahap pra-produksi hingga finalisasi.
Riset Tren: Memantau tren desain terkini untuk diterapkan pada proyek-proyek inovatif mendatang.
Cara Pendaftaran
Proses rekrutmen ini dilakukan sepenuhnya secara digital melalui platform resmi Magenta BUMN. Pastikan Anda memperhatikan jadwal berikut agar tidak terlewat:
Batas Akhir Pendaftaran: 16 Januari 2026
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati