- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan penghentian impor solar tahun ini dan impor avtur pada 2027.
- Langkah ini terkait peresmian RDMP Kilang Balikpapan yang meningkatkan kapasitas menjadi 360 ribu barel per hari.
- Pemerintah berencana meningkatkan produksi BBM jenis RON 92, 95, dan 98 untuk mengurangi ketergantungan impor.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan selain menghentikan impor solar pada tahun ini, pemerintah juga akan menghentikan impor avtur pada 2027.
Hal itu disampaikan Bahlil dalam laporannya pada peresmian Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
"Jadi avtur juga 2027, insyaallah tidak lagi kita melakukan impor," kata Bahlil.
Rencana penghentian impor avtur itu sejalan dengan diresmikannya proyek RDMP Kilang Balikpapan. Lewat proyek itu kapasitas Kilang Balikpapan meningkat menjadi 360 ribu barel per hari dari sebelumnya 260 ribu barel. Selain itu kualitas juga meningkat dari Eura II menjadi Euro V.
"Ke depan kita akan dorong atas perintah Bapak Presiden, kita hanya mengimpor crude-nya (minyak mentah) saja," kata Bahlil.
Selain menghentikan impor avtur, Bahlil berencana akan meningkatkan produksi sejumlah produk gasoline atau bensin seperti RON 92, RON 95, dan RON 98. Dengan begitu, kebutuhan sejumlah produk BBM itu tidak lagi bergantung pada impor. Selain itu operator SPBU swasta akan membelinya dari PT Pertamina.
Bahlil pun mengaku telah membahasnya dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri dan jajaran komisaris Pertamina.
"Nanti, Pak, dengan RDMP ini, kita akan meningkatkan produksi RON 92, 95 dan 98. Itu supaya tidak kita impor lagi, Pak. Supaya badan-badan usaha swasta ini beli produksi dalam negeri lewat Pertamina," ujarnya.
Bahlil pun menegaskan tidak khawatir jika rencananya itu akan mendapatkan kritik. Dia menyatakan hal itu bertujuan untuk mencapai swasembada energi nasional.
Baca Juga: Bahlil Sebut Mandatori B40 Bikin Keuangan Negara Tokcer, Mau Setop Impor Solar di 2026
"Setelah ini pasti rame lagi di sosial media. Karena dianggap menteri ESDM potong-potong jalur para importir. Tapi tidak ada masalah, Bapak Presiden. Demi Merah Putih, jangankan harta nyawa pun kita kasih, karena kita semua ini orang Merah Putih," tegasnya.
Stop Impor Solar
Sebelumnya Bahlil menegaskan akan menyetop impor solar untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta di 2026.
“Mulai tahun ini, saya tidak lagi mengeluarkan izin impor solar. Izin impor solar mulai tahun ini enggak ada lagi,” kata Bahlil.
Penghentian impor solar tersebut juga berlaku bagi SPBU swasta. Apabila masih terdapat kargo-kargo solar yang masuk ke Indonesia ada bulan Januari atau Februari, lanjutnya, maka solar tersebut merupakan sisa impor 2025.
“Tetapi tahun ini, Kementerian ESDM atas perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto, karena kita punya kilang sudah ada, kita tidak lagi mengeluarkan impor,” ujar dia.
Kilang yang dimaksud adalah proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur.
RDMP Kilang Balikpapan memungkinkan kilang tersebut mengelola hingga 360.000 barel per hari. Kapasitas itu setara dengan 22–25 persen atau seperempat dari kebutuhan nasional.
Secara ekonomi, RDMP Balikpapan akan memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian energi nasional, dengan penghematan impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun, dan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai Rp514 triliun.
Ketika disinggung soal SPBU swasta yang akan membeli solar dari Pertamina, Bahlil pun mengiyakan.
“Iya dong (beli solar di Pertamina). Saya ke depan itu bermimpi, nanti sebentar saya akan lapor ke Presiden, bahwa RON 92, RON 95, RON 98 itu harus diproduksi di dalam negeri,” kata Bahlil.
Rencana penghentian impor solar pada 2026 telah disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia seiring beroperasinya proyek refinery development master plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, serta program mandatori biodiesel 50 (B50).
Oleh karena itu, apabila badan usaha pengelola SPBU swasta ingin membeli solar, maka bisa membeli dari kilang dalam negeri.
Berita Terkait
-
RDMP Balikpapan Alami Hambatan, Bahlil Tuding Ada Pihak Tak Suka RI Swasembada Energi
-
Bahlil: Hanya Prabowo dan Soeharto Presiden yang Resmikan Kilang Minyak
-
Bahlil: Kewajiban E10 Paling Lambat Berlaku pada 2028
-
Lifting Minyak Bumi Lewati Target APBN, Pertama dalam Satu Dekade Terakhir
-
Bahlil Sebut Mandatori B40 Bikin Keuangan Negara Tokcer, Mau Setop Impor Solar di 2026
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
CFX Pangkas Biaya Transaksi 50 Persen, Industri Kripto Diprediksi Makin Bergairah
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
APBN Sudah Tekor Rp 54,6 T di Awal Tahun, Pengusaha Muda Tekankan Reformasi Pajak
-
Penyebab Harga Saham BNBR Menguat Hari Ini, Bikin Bakrie Cuan
-
Cara Menghitung THR Ojol dan Simulasi Pencairan BHR 2026
-
ESDM Tetap Gaspol Impor Migas USD 15 Miliar dari AS, Meski Ada Pembatalan Tarif
-
Kriteria Driver Ojol Dapat THR, Ini Rinciannya
-
Saham BUMI Diborong Asing saat IHSG Merah Merona
-
Media Asing Soroti Lunaknya Prabowo di Hadapan Trump
-
Riset Ungkap Fakta di Balik Kritik Medsos Soal MBG