- Kementerian Pekerjaan Umum akan membangun Sekolah Rakyat Permanen Tahap II di 104 lokasi sebagai komitmen perluasan akses pendidikan berkualitas.
- Tahap II ini direncanakan menampung 112.320 siswa melalui 3.744 rombongan belajar jenjang SD, SMP, dan SMA.
- Sekolah akan berkonsep boarding school dengan fasilitas modern di atas lahan 5 hingga 10 hektare milik daerah.
Suara.com - Pemerintah bersiap meluncurkan pembangunan permanen Sekolah Rakyat Tahap II yang akan dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum. Program ini akan dilaksanakan di 104 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan. Program ini diarahkan untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, adil, serta berpihak pada kelompok masyarakat rentan.
Selain itu, Sekolah Rakyat juga diharapkan mampu memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing, sekaligus menciptakan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh pelosok Tanah Air.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang bangsa untuk menyiapkan generasi masa depan yang unggul.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” kata Dody kepada wartawan, Senin (12/1/2025).
Pada Tahap II ini, Program Sekolah Rakyat dirancang menampung total 112.320 siswa. Kapasitas tersebut disediakan melalui pembangunan 3.744 rombongan belajar atau rombel di berbagai jenjang pendidikan.
Rinciannya terdiri dari 1.872 rombel Sekolah Dasar, 936 rombel Sekolah Menengah Pertama, serta 936 rombel Sekolah Menengah Atas. Dengan komposisi tersebut, setiap lokasi Sekolah Rakyat dirancang memiliki daya tampung yang seimbang untuk seluruh jenjang pendidikan.
Setiap Sekolah Rakyat memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari 18 rombel SD atau 540 siswa, sembilan rombel SMP atau 270 siswa, serta sembilan rombel SMA atau 270 siswa, sehingga total terdapat 36 rombel di setiap lokasi.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dilaksanakan secara merata di berbagai wilayah Indonesia. Sebarannya meliputi Pulau Sumatera sebanyak 26 lokasi, Pulau Jawa 40 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara masing-masing satu lokasi, Sulawesi 16 lokasi, Kepulauan Maluku empat lokasi, serta Papua tiga lokasi.
Baca Juga: Tangani Bencana di Sumatera, Kementerian PU Sudah Kerahkan 1.709 Alat Berat
Setiap Sekolah Rakyat dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disediakan oleh pemerintah daerah. Konsep bangunan dirancang untuk mendukung kegiatan pendidikan jangka panjang dan berkelanjutan.
Bangunan Sekolah Rakyat mengusung konsep boarding school dengan penyediaan asrama bagi siswa-siswi jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain itu, fasilitas pendidikan modern juga disiapkan untuk menunjang proses belajar mengajar secara menyeluruh.
Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan dan pusat pembelajaran digital, kantin dan dapur sehat, klinik kesehatan siswa, sarana olahraga, ruang kegiatan ekstrakurikuler, hingga asrama guru dan pendamping.
Lingkungan sekolah juga dirancang dengan area hijau dan lansekap yang memadai. Konsep ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Pelaksanaan konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II merupakan kelanjutan dari konsep awal Sekolah Rakyat yang telah beroperasi sejak Tahun Ajaran 2025/2026 pada Tahap I dengan jumlah 166 sekolah. Tahap II diharapkan dapat diselesaikan secara bertahap guna mendukung penyelenggaraan pendidikan pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Hingga 31 Desember 2025, progres pekerjaan fisik Sekolah Rakyat Tahap II telah mencapai 3,98 persen. Capaian tersebut mencakup pekerjaan awal konstruksi serta penyiapan infrastruktur dasar di lokasi-lokasi pembangunan.
Berita Terkait
-
Kementerian PU Targetkan 1.606 Unit Huntara di Aceh-Tapanuli Rampung Sebelum Ramadhan
-
Perlancar Distribusi Bantuan, Kementerian PU Buka Fungsional Tol SigliBanda Aceh 24 Jam
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Kementerian PU Percepat Normalisasi Sungai Batang Kuranji
-
Usai Resmikan Sekolah Rakyat, Prabowo Lanjutkan Kunjungan ke Balikpapan dan IKN
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Tak Cuma Impor Solar, Impor Avtur Juga Akan Dihentikan
-
Purbaya Buka Opsi Diskon Tarif Listrik untuk Korban Banjir Sumatra
-
Kementerian PU Targetkan 1.606 Unit Huntara di Aceh-Tapanuli Rampung Sebelum Ramadhan
-
RDMP Balikpapan Alami Hambatan, Bahlil Tuding Ada Pihak Tak Suka RI Swasembada Energi
-
Harga Emas dan Perak Meroket Usai Sengketa Trump vs The Fed Makin Memanas
-
Bahlil: Hanya Prabowo dan Soeharto Presiden yang Resmikan Kilang Minyak
-
Penunggak Pajak Jumbo Baru Setor Rp 13,1 T dari Total Rp 60 T
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Saham-saham Konglomerat Ambruk, Reli IHSG Mulai Penyesuaian Harga?
-
Harga Beras SPHP Semua Wilayah Rp 12.500 per Kg, Pengecer Untung?