Suara.com - Banyak brand menetapkan tujuan ambisius untuk mengurangi jejak karbon mereka, namun sayangnya, banyak dari konsultan PR yang terus bekerja dengan brand bahan bakar fosil.
Clean Creatives, himpunan praktisi PR dan periklanan yang berkomitmen untuk mengkomunikasikan secara terbuka mengenai perubahan iklim, baru-baru ini mengumumkan sebuah kampanye untuk menghimpun dukungan lebih banyak dari profesional PR dan periklanan di Asia Pasifik.
Tujuan dari kampanye ini adalah agar 500 agensi dan atau profesional di Asia melakukan Clean Creative Pledge. Komitmen tersebut merupakan perjanjian yang dilakukan oleh agensi dan praktisi PR dan periklanan untuk tidak menerima kontrak baru dari perusahaan yang berasal dari industri bahan bakar fosil.
Guna mendorong lebih banyak agensi untuk melakukan komitmen serupa, Clean Creatives bekerja sama dengan PRCA, organisasi perdagangan terbesar di industri PR.
Dan pada 27 September pukul 09.00 WIB, PRCA akan mengadakan diskusi panel berjudul, “Should PR Cancel or Counsel?” untuk mengatasi persimpangan antara kampanye PR dan brand bahan bakar fosil.
Diskusi panel ini dirancang untuk menginisiasi percakapan terkait melayani brand bahan bakar fosil, dan pada akhirnya, berbagi gagasan tentang bagaimana industri PR dapat memimpin perubahan untuk menginspirasi industri energi yang lebih bersih. Diskusi panel ini tidak dipungut biaya dan dapat diakses secara online.
Duncan Meisel, pendiri Clean Creatives, menargetkan untuk menjangkau setidaknya 1.000 profesional PR di Asia Pasifik pada akhir tahun 2022 melalui pertemuan, kampanye media, pemasaran langsung, dan pemberian edukasi yang berfokus pada industri komunikasi di Asia Tenggara.
"Tujuan kami adalah menyadarkan para pengambil keputusan bisnis terhadap konflik ini dan mengajak lebih banyak agensi di Asia, dan di seluruh dunia untuk melakukan komitmen tersebut,” kata Meisel dalam siaran tertulis.
“Dalam skenario yang ideal, brand yang berfokus pada tujuan keberlanjutan akan turun tangan dan menuntut agensi untuk mengakhiri hubungan dengan perusahaan bahan bakar fosil,” tutupnya.
Baca Juga: Transisi Energi Bahan Bakar Fosil ke Gas Bumi Dinilai Bisa Kurangi Emisi Rumah Kaca
Vero, adalah salah satu konsultan PR dan digital yang telah menandatangani Clean Creative Pledge pada Januari 2022 – dan menjadikan ini sebagai langkah awal perusahaan dalam meningkatkan upaya keberlanjutan.
“Masih banyak hal lainnya yang dapat kami lakukan di Vero untuk meningkatkan dampak konsultasi kami terhadap lingkungan, dan kami juga akan meninjau kebijakan internal kami untuk melihat dimana kami dapat berkontribusi dalam mengurangi jejak karbon dan memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan,” kata Raphael Lachkar, Chief Operations Officer, Vero.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah, Pilihan Terbaik Mulai 1 Jutaan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
Terkini
-
Menkeu Purbaya Perketat Batas Defisit APBD 2026 Jadi 2,5%
-
Materi Mens Rea Pandji & Realitas Kelas Menengah: Terbahak Sambil Tercekik
-
Diskon Listrik Awal Tahun, Bahlil: Belum Ada Pembahasan!
-
Rupiah Masih Loyo, Cek Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA Hari Ini
-
Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global
-
IHSG Diprediksi Tembus 9.000, Ini Kunci dan Faktor Pendorongnya
-
Daftar UMP 2026 di 36 Provinsi, Jakarta Jadi yang Tertinggi
-
Target Harga DEWA, BUMI, dan PTRO di Tengah Perubahan Free Float Saham MSCI
-
Rupiah Masih Loyo ke Level Rp16.776 saat Lawan Dolar Amerika Serikat, Apa Penyebabnya?
-
Emas Antam Semakin Mahal, Hari Ini Harganya Rp 2.584.000 per Gram