Suara.com - Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan yang fluktuatif pada Kamis, pelemahan ini usai Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya 75 basis poin yang menyebabkan harga emas menurun.
Mengutip CNBC, Jumat (23/9/2022) harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD1.671,20 per ounce setelah merosot lebih dari 1 persen di awal sesi.
Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,3 persen menjadi USD1.681,10 per ounce.
"Pelemahan (emas) terjadi karena dolar yang lebih kuat (dan) imbal hasil sedikit lebih tinggi. Prospek keseluruhan bagi The Fed adalah lebih banyak kenaikan suku bunga, yang akan membatasi emas," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.
Sementara itu dolar naik 0,5 persen membuat emas yang dihargakan dengan greenback lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Imbal hasil US Treasury 10-tahun mencapai level tertinggi 11-tahun.
"Secara keseluruhan, tren akan terus negatif bagi emas karena Federal Reserve mengatakan kepada kita kemarin bahwa mereka bertekad untuk menaikkan suku bunga," kata Bart Melek, analis TD Securities.
The Fed, sesuai ekspektasi, menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin, Rabu, dan memproyeksikan suku bunga kebijakan akan meningkat ke kisaran 4,25-4,50% pada akhir 2022, dan ke kisaran 4,50-4.75% pada akhir 2023.
Kenaikan suku bunga untuk melawan inflasi yang melonjak cenderung meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
"Itu, pada akhirnya, membuat emas di bawah USD1.600 - mungkin dalam waktu yang tidak terlalu lama," papar Melek.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Satuan Gram Menguat Rp 2 Ribu
Investor juga mencermati data Amerika yang menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran naik menjadi 213.000 dibandingkan ekspektasi 218.000 aplikasi untuk pekan terakhir.
Sementara itu logam lainnya, harga perak di pasar spot tidak berubah USD19,58 per ounce, platinum kehilangan 0,8 persen menjadi USD900,68, sementara paladium bertambah 0,6 persen menjadi USD2.166,82.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
Terkini
-
24 Pinjol Terjerat Kredit Macet
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Menteri Bahlil Mau Swasembada BBM Lewat RDMP Kilang Balikpapan
-
Cek Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA Hari Ini
-
Daftar Saham Potensi Indeks MSCI Februari 2026, Ada BUMI Sampai BUVA
-
Menuju Swasembada, YSPN Salurkan Empat Ton Beras ke Bali
-
Harga Minyak Dunia Terguncang: Geopolitik AS, Iran dan Venezuela Jadi Penentu
-
Ketegangan Iran Picu Kenaikan Harga Minyak, Brent Tembus 64 Dolar AS per Barel
-
Gen Z Mulai Tertarik Daftar Haji, Pertumbuhan Tabungan GenHajj Terus Meroket