Adapun Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Edwin Syahruzad, mengatakan perseroan telah membukukan pembiayaan sektor energi terbarukan dan transportasi sebesar Rp 16,8 triliun pada 2022. Total nilai proyeknya mencapai Rp 90,8 triliun. Pembiyaan tersebut untuk berbagai proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan hingga proyek transportasi bersih seperti light rail transit.
“Jadi ruang lingkupnya terbatas pada infrastruktur. Jadi kami tentunya tidak eligible untuk membiayai katakanlah sektor kehutanan, padahal itu paling hijau," kata Edwin dalam acara yang sama.
SMI akan bekerjasama dengan World Bank dan Global Climate Fund untuk pembiayaan hijau sektor energi. Kedua lembaga itu akan berperan sebagai penyedia dana.
Sedangkan untuk sektor infrastruktur hijau, Edwin mengatakan, SMI juga memiliki program dengan Asian Development Bank (ADB), Green Infrastructure Investment and Finance. Program ini didedikasikan sebagai upaya mendukung pembiayaan berkelanjutan.
Salah bank yang turut mendorong pembiayaan hijau di Tanah Air adalah PT Bank HSBC Indonesia. Salah satu strategi yang mereka kedepankan untuk memperbesar portofolio pembiayaan hijau atau green financing adalah dengan membantu para nasabahnya beralih ke sektor ekonomi hijau.
Commercial Banking Director HSBC Indonesia Eri Budiono, mengatakan pembiayaan hijau, termasuk di Indonesia, kini terus berkembang. Biaya untuk merealisasikan nol emisi karbon masih sangat besar sehingga membutuhkan dukungan berbagai lembaga keuangan.
"Dan seperi yang sudah disampaikan tadi memang Indonesia butuh pendanaan yang cukup besar untuk memenuhi NDC (Nationally Determined Contribution), kami diperkirakan sekitar US$ 150-226 miliar per tahun," kata Eri.
Untuk membantu merealisasikan target penurunan emisi karbon, HSBC telah mengambil peran sebagai pengalokasi modal. HSBC, kata Eri, bisa berperan mencarikan modal di seluruh dunia yang kini lebih tertarik pada aset-aset dan proyek hijau.
Selain itu, HSBC kini menurutnya juga tengah mengambil peranan mendukung bauran pendanaan atau blended finance. Salah satu skema yang telah dibentuk bernama Pentagreen Capital, dengan kerja sama HSBC Holdings PLC dengan Temasek, ADB dan Clifford Capital Holdings.
Baca Juga: ASDP Akselerasi Program Penanaman Mangrove untuk Tekan Emisi Karbon
Melalui skema itu, kekuatan ekuitas yang telah terkumpul senilai US$ 150 juta. Dana yang akan terus dikembangkan nantinya dimanfaaatkan untuk pembiayaan proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan atau infrastruktur di berbagai negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi
-
PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026
-
Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina
-
Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026
-
Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen
-
Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026
-
Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan
-
Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya
-
RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok
-
Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan