Suara.com - PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) sebagai anak usaha dari Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan (Indonesia Financial Group - IFG) berkomitmen untuk menjalankan prinsip-prinsip Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dalam menghadirkan layanan dan produk investasi yang berbasis pada kebutuhan masyarakat.
Komitmen untuk mengimplementasikan prinsip AKHLAK terlihat dari inovasi baik dari sisi pengembangan produk dan layanan maupun tata kelola manajemen di Bahana TCW. Hal ini guna menjawab perkembangan serta perubahan kebutuhan investasi pada masyarakat, khususnya di tengah ketidakpastian ekonomi global dan berbagai tantangan di industri keuangan.
Direktur Bahana TCW Danica Adhitama menyatakan, sebagai anak usaha dari Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan (Indonesia Financial Group - IFG), Bahana TCW berpegang teguh pada prinsip-prinsip Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (AKHLAK) dalam setiap kegiatan operasional perusahaan.
Prinsip AKHLAK selalu menjadi pendorong bagi segenap insan di perusahaan untuk terus memberikan kontribusi positif terhadap industri keuangan dan perekonomian nasional secara umum. Salah satunya dalam bentuk penyediaan layanan dan produk investasi yang berbasis pada kebutuhan masyarakat.
Sebagai upaya untuk beradaptasi terhadap dinamika investasi dan menghadirkan alternatif investasi bagi masyarakat, sepanjang 2022, Bahana TCW telah meluncurkan enam produk investasi dengan mengandeng sejumlah mitra, diantaranya Reksa Dana Bahana Gebyar Dana Likuid (BGDL) dengan menggandeng BCA, Bahana Himaya Likuid Syariah dengan BSI, serta Bahana Global Healthcare Sharia Equity USD Fund dengan Bank DBS Indonesia dan Standard Chartered Indonesia.
Sementara pada tahun 2021, Bahana TCW telah meluncurkan 18 produk investasi. Dalam hal distribusi produk, Bahana TCW telah berkolaborasi dengan kurang lebih 15 bank dan 20 agen penjual lainnya.
“Jenis produk investasi yang kami tawarkan cukup luas mulai dari reksa dana, pengelolaan aset dan keuangan, kontrak pengelolaan dana (KPD) dan lain-lain. Dalam pengembangan dan pengelolaan produk investasi, kami selalu menitikberatkan pada risk culture yang ketat dan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Penyiapan produk investasi secara prudent dengan didukung jaringan distribusi yang luas meningkatkan kepercayaan investor untuk menempatkan investasinya pada produk investasi Bahana TCW,” ujar Danica.
Terbukti, hingga September 2022, Bahana TCW membukukan AUM sebesar Rp 39,48 triliun (di luar RDPT/Reksa Dana Penyertaan Terbatas & KPD/Kontrak Pengelolaan Dana). Besarnya AUM ini menempatkan Bahana TCW pada posisi kedua dalam jajaran manajer investasi dengan dana kelolaan reksa dana terbesar (asset under management/AUM) di Indonesia.
Konsistensi dalam penerapan nilai AKHLAK serta kinerja positif dari Bahana TCW ini juga mendapat apresiasi dari Kementerian BUMN. Pada ajang AKHLAK Award BUMN 2022 yang berlangsung Juli lalu, Bahana TCW meraih penghargaan untuk kategori Indeks Kategori Implementasi Akhlak klaster Jasa Asuransi dan Dana Pensiun (Capital Market & Investment).
Baca Juga: Ingin Membuka Bisnis? Lakukan 5 Hal Ini Sebagai Persiapan!
Penghargaan ini diselenggarakan setiap tahun yang sekaligus menjadi tolok ukur penerapan AKHLAK sebagai core values di setiap perusahaan BUMN dan anak perusahaan BUMN.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi besar bagi Bahana TCW dan menjadi bukti komitmen kami dalam memegang teguh prinsip-prinsip bisnis dan pengelolaan investasi yang baik berdasarkan nilai AKHLAK. Kami berharap penghargaan ini dapat menjaga semangat kami untuk terus menghadirkan produk-produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus untuk tetap menjaga capaian kinerja baik perusahaan,” tutup Danica.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Menuju Indonesia Digital, Akses Internet Cepat Menjadi Fondasi Utama
-
Pemerintah Klaim Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Ekspor Produk Lokal
-
Ambisi Telkom Siapkan Sovereign AI di 2028, Kurangi Bergantung dari Perusahaan Asing
-
Purbaya Umumkan Daftar 20 Calon Anggota Dewan Komisioner OJK, Tak Ada Suahasil-Misbakhun
-
10 Biang Kerok Fitch Pangkas Outlook Utang RI Jadi Negatif
-
Nestapa Kelas Menengah Jelang Lebaran: Dompet 'Layu' Sebelum Hari Raya
-
BRI Life Perluas Jangkauan Asuransi Digital, Incar Segmen Ini
-
Perkuat Akses Pendidikan, Brantas Abipraya Garap Sekolah Rakyat di 7 Wilayah
-
Profil PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia: Broker yang Diduga 'Goreng' Saham BEBS
-
Siap-siap! Pemerintah Siap Salurkan Bantuan Pangan Buat 33 Juta Orang