Suara.com - PT Rekayasa Industri (Rekind) melalui Anak Usahanya PT Tracon Industri (Tracon) mengikuti perhelatan tahunan FFPM (Forum Fasilitas Produksi Migas). Dipilihnya Tracon untuk mengikuti ajang ini, karena kompetensi yang dimilikinya cukup tinggi, inovatif serta memiliki jaringan dan pengalaman di bidang Minyak dan Gas (Migas).
“Keikutsertaan Tracon, yang merupakan Anak Perusahaan Rekind memiliki nilai yang cukup tinggi dan strategis. Terutama dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya perusahaan terutama melalui kemajuan teknologi dan inovasi di bidang fasilitas Produksi Migas, baik proyek pengembangan fasilitas maupun operasi serta pemeliharaan fasilitas Produksi Migas. Melalui ajang ini juga kita perkenalkan kepada masyarakat luas capaian prestasi kerja Rekind dan Anak Usahanya di proyek produksi dan pemeliharaan fasilitas Migas,” ungkap Direktur Utama Rekind, Triyani Utaminingsih.
Sebagai informasi, menurut wanita yang akrab disapa Yani tersebut, dalam proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Processing Facility (GPF) Jambaran Tinggi (JTB), Bojonegoro, Jawa Timur, capaian kerja Rekind memasuki tahapan final Gas on Stream (GoS).
Bahkan di proyek kebanggaan Presiden Joko Widodo tersebut, melalui karyanya Rekind berikontribusi aktif untuk menjadikan JTB sebagai salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia. Dari target 172 MMSCFD yang ditetapkan pemerintah, justru melalui kompetensi Rekind, JTB bisa menghasilkan sales gas sebesar 192 MMSCFD.
Melalui inovasi yang dikembangkan Rekind, ada tambahan keuntungan untuk negara sebesar 20 MMSCFD. Sedikit gambaran, 1 MMSCFD setara dengan kurang lebih 25 ribuan liter BBM. Kalau 20 MMSCFD berarti ada sekitar 500 ribu an liter per hari sebagai bentuk sumbangsih Rekind dalam meningkatkan pendapatan negara.
“Atas prestasi ini bisa dibilang Rekind juga berpartisipasi besar dalam transisi menuju energi baru terbarukan di Indonesia,” ungkap Yani.
FFPM merupakan kegiatan tahunan SKK Migas yang diselenggarakan bekerjasama dengan Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI). Tahun ini FFPM yang mewadahi para pelaku Migas di Indonesia.
Di event tahunan bergengsi ini, Tracon juga berpartisipasi dengan membuka booth dan berkesempatan dikunjungi oleh Tutuka Ariadji – Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Taufik Adityawarman – Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional & Chairman IAFMI dan Wisnu Hindadari – Direktur Utama PT Pertamina EP.
Event yang tahun ini mengedepankan tema “Recovering and Transforming the Industry” dan digelar di Bandung tersebut berjalan sukses serta didukung melalui antusias para pesertanya.
Baca Juga: PHM Dorong Peningkatan Produksi Migas WK Mahakam demi Dukung Kebutuhan Energi Nasional
Pada Forum ini juga diselenggarakan diskusi panel yang mempresentasikan pemikiran, pembelajaran, dan praktik terbaik yang relevan dalam pemulihan bisnis migas pasca pandemi, serta mendukung upaya percepatan pencapaian target produksi di Hulu dan Hilir Migas Indonesia Industri.
FFPM 2022 tersebut terdiri dari 3 (tiga) agenda utama yaitu Diskusi Panel, Diskusi Teknis (Break Out Sessions), dan Forum Bisnis. Selain diskusi panel, diskusi teknis dan forum bisnis, FFPM 2022 juga akan menyelenggarakan Exhibition and Technology Update Sessions untuk menampilkan kemajuan teknologi oleh penyedia jasa dan barang migas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara