Suara.com - Mahasiswa dan milenial yang berjejaring dalam Ganjar Milenial Center (GMC) Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat berperan aktif dalam upaya meningkatkan kapasitas sektor pertanian.
Mereka menggelar pelatihan pertanian dan pembuatan pupuk organik di Jalan Raya Antibar, Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah.
Kurang lebih ratusan petani ambil bagian dalam acara bertajuk 'Bersama Milenial Tingkatkan Kualitas Pertanian di Mempawah' ini, mereka fokus memerhatikan setiap materi yang diberikan GMC. Salah satu materi yang diberikan diantaranya bagaimana merancang pertanian berkelanjutan.
Koordinator Daerah GMC Kabupaten Mempawah, Muhammad Hudaifi mengatakan, Indonesia berpotensi menjadi lumbung pangan dunia di masa mendatang yang didukung iklim tropis dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Untuk itu, pertanian berkelanjutan yang bermanfaat bagi manusia, maupun kelestarian dan kualitas lingkungan sangat diperlukan.
GMC juga mendorong petani untuk mengembangkan dan memanfaatkan pupuk organik berbahan lokal. Hal ini disebabkan akibat langkanya pupuk bersubsidi serta melejitnya harga pupuk kimia saat ini.
"Kami hadir sebagai wadah serta solusi ditengah-tengah masyarakat dalam segala bentuk hal. Hari ini kita mensupport serta berbagi ilmu terkait pertanian yang dimana demi kapasitas pertanian di Kalbar khususnya di Kabupaten Mempawah itu sendiri," ucap Hudaifi.
Senada, Koordinator Wilayah GMC Kalbar, Nuryahdi menyebut, sebagai wadah kalangan mahasiswa dan milenial, GMC turut menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo kepada masyarakat. Dari sederet tokoh nasional, Ganjar merupakan salah satu pemimpin yang aktif mendorong sektor pertanian.
Bukti nyata kepedulian Ganjar kepada petabi ditunjukkan melalui Program Kartu Tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.
Hingga saat ini sudah ada 2,5 juta dari 2,8 juta petani sudah mendapatkan Kartu Tani.
Baca Juga: GMC Takalar Suarakan Program Hetero Space dan Kartu Tani
Merespon penyesuaian harga BBM, Ganjar menggulirkan bantuan kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) se-Jateng dengan total bantuan Rp950.880.000 untuk 2.264 gapoktan penerima.
"Kami yakin dengan segala pengalaman di kursi pemerintahan, ayah Ganjar mampu menjawab sejumlah persoalan pertanian di masa mendatang," kata Nuryahdi.
Nuryahdi berkomitmen kegiatan bermanfaat serupa akan terus digalakkan pada kabupaten atau kota lainnya di Kalbar. Dengan harapan, aspirasi Ganjar Pranowo Presiden 2024 dapat terwujud.
"GMC itu adalah motor utama penggerak kebaikan dari sosok ayah Ganjar itu sendiri, kedepannya akan ada kegiatan lagi yang tentunya bisa dirasakan bersama kebermanfaatannya," tutup Nuryahdi.
Yusron, salah satu petani mengaku bersyukur mengikuti pelatihan kali ini. Nantinya, Yusron beserta para petani lainnya akan mengimplementasikan ilmu yang didapat dari pelatihan tersebut untuk kemajuan pertanian di Mempawah.
Selain memperoleh ilmu yang bermanfaat seputar pertanian, Yusron pun bahagia lantaran mendapat kesempatan mengenal lebih jauh sosok Ganjar Pranowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita
-
Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun
-
BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota
-
Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh
-
Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global
-
Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap
-
Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok
-
Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur
-
Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo
-
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar