Suara.com - Warren Buffett dikenal sebagai salah satu investor kawakan yang pandai dalam memilih saham bagus untuk dibeli. Kepiawaiannya ini pun membuat dirinya menjadi orang nomor 5 terkaya di dunia tahun 2022 versi Forbes.
Namun, tahukah kamu, berbeda dengan investor lainnya, Warren Buffett tidak pernah melakukan analisis teknikal dalam memilih saham.
Analisis yang digunakannya adalah analisis fundamental dengan membaca riwayat laporan keuangan perusahaan secara menyeluruh.
Lalu, apa saja indikator yang diperhatikan Warren Buffett dan mempengaruhi keputusannya saat membeli saham?
Simak 4 cara memilih saham ala Warren Buffett yang membuatnya kaya raya, seperti dikutip dari Instagram @cuap_cuan, Jumat (18/11/2022).
1. Perhatikan rasio utang terhadap ekuitas
Menurut Warren Buffett, saham yang bagus adalah saham dari emiten dengan rasio utang terhadap ekuitas kecil. Nilai Debt to Equity Ratio (DER) yang kecil menandakan bahwa manajemen lebih banyak menggunakan ekuitas daripada utang untuk membiayai operasiuonal perusahaan.
2. Perhatikan Return on Equity (ROE)
ROE adalah adalah imbal hasil yang dicetak perusahaan untuk pemegang saham. Semakin tinggi ROE, berarti semakin bagus perusahaan dalam menghasilkan laba bersih bagi pemegang saham, sehingga membuat saham semakin menarik untuk dibeli.
3. Lihat margin keuntungan bersih
Baca Juga: Investor Siap-Siap, Yuk, Perusahaan Penjualan Komputer Mau IPO Harganya Rp70/Saham
Margin keuntungan bersih atau net profit margin (NPM) juga merupakan indikator yang sering dipakai Warren Buffett dalam memilih saham yang bagus. Semakin tinggi NPM, berarti semakin efisien perusahaan tersebut dalam mengelola biaya.
4. Cari saham diskon
Warren Buffett juga kerap mencari saham yang sedang diskon atau dihargai di bawah dari nilai wajarnya. Cara mengetahui saham diskon adalah dengan menghitung nilai instrinsik saham lalu emmbandingkannya dengan harga saham pada saat ini: apakah dia dijual lebih mahal atau justru lebih murah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Ekonom Bongkar Biang Kerok Lemahnya Rupiah: Aturan DHE SDA Prabowo Terhambat di Bank Indonesia
-
Danantara Bakal Borong Saham, Ini Kriteria Emiten yang Diserok
-
Lobi Investor Asing, Bos Danantara Pede IHSG Rebound Besok
-
Danantara Punya Kepentingan Jaga Pasar Saham, Rosan: 30% 'Market Cap' dari BUMN
-
Profil PT Vopak Indonesia, Perusahaan Penyebab Asap Diduga Gas Kimia di Cilegon
-
Bos Danantara Rosan Bocorkan Pembahasan RI dengan MSCI
-
IHSG Berpotensi Rebound, Ini Saham yang Bisa Dicermati Investor Pekan Depan
-
Pengamat: Menhan Offside Bicara Perombakan Direksi Himbara
-
AEI Ingatkan Reformasi Pasar Modal RI Jangan Bebani Emiten
-
Bongkar Muat Kapal Molor hingga 6 Hari, Biaya Logistik Kian Mahal