Suara.com - Presidensi G20 Indonesia telah berakhir, tapi legasinya lewat Deklarasi Bali akan tercatat dalam lembar-lembar sejarah termasuk fokus mendorong pemberdayaan perempuan sebagai bagian penting pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menyoroti bahwa untuk pertama kalinya negara-negara G20 menyepakati dan memberikan komitmen dalam pemberdayaan perempuan di dalam pernyataan utuh deklarasi.
Hal itu menandakan langkah penting pembangunan arsitektur perekonomian global yang bertitik tumpu dari kesetaraan dan penghapusan ketimpangan antar gender. Baik di dalam distribusi kerja domestik maupun ketimpangan lainnya.
Pemberdayaan perempuan tidak hanya berlaku untuk mereka yang bekerja di sektor formal tapi juga mendorong perempuan berkarya di sektor-sektor informal, bahkan memberikan opsi bagi mereka berusaha dari rumah.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM di Tanah Air menyumbang hingga sekitar 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2019.
UMKM juga memiliki kaitan erat dengan wirausaha perempuan, dengan sekitar 50 persen di antaranya dijalankan oleh perempuan.
Untuk mendukung pemberdayaan perempuan, berbagai unsur pemerintah juga ikut berkontribusi untuk mencapai tujuan itu lewat kebijakan-kebijakan di sektor masing-masing. Termasuk Program Kartu Prakerja yang didesain demi meningkatkan kompetensi angkatan kerja di Indonesia.
Sebanyak 16,45 juta orang lebih telah menjadi penerima manfaat Program Kartu Prakerja sampai jelang akhir 2022.
Menurut data Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, sebanyak 49 persen dari penerima manfaat adalah perempuan. Sementara, pertumbuhan wirausaha perempuan penerima Kartu Prakerja sebesar 42 persen menjadi 1,4 juta wirausaha perempuan.
Baca Juga: Manfaatkan Lembaga Pelatihan untuk Ketahui Aliran Dana Kartu Prakerja
Agriani Mo'o dari Manado, Sulawesi Utara adalah salah satu perempuan penerima manfaat Kartu Prakerja yang memanfaatkan ilmu dari pelatihan untuk menjadi wirausaha.
Perempuan berusia 26 tahun itu mendapatkan informasi soal Kartu Prakerja dari pemberitaan di televisi ketika Presiden Joko Widodo meluncurkan program itu pada awal 2020.
Tertarik dengan pelatihan dan insentif, ia kemudian berhasil mendaftarkan diri pada Gelombang 2 meski akhirnya baru terpilih menjadi penerima manfaat pada Gelombang 3.
Berlatar belakang ibu rumah tangga, Agriani kemudian memilih pelatihan memasak dan cara berbisnis secara online atau daring untuk mendukung upayanya menjadi wirausaha.
Masih memiliki anak bayi, pilihan pelatihan itu berlatar belakang tujuannya ingin mendapatkan pendapatan tambahan dari usaha yang bisa dilakukan dari rumah sambil merawat anak.
"Ketika saya praktikkan, ternyata ilmunya mudah diterapkan dan berguna buat jadi dasar kayak cara posting barang, iklankan barang di marketplace dan media sosial," ujar Agriani ketika ditemui ANTARA di Bali, Senin (14/11).
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh
-
Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru
-
Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050
-
Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026
-
Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?
-
Ibu-Ibu PNM Mekaar Jadi Wajah Perempuan Berdaya dalam Sensus Ekonomi 2026
-
Patriot Bond Dituding Pencucian Uang, Purbaya: Dunia Gak Hitam-Putih, Jangan Sampai Kita Rugi Banyak
-
Kemendag Beberkan Penyelamat Neraca Dagang RI Masih Surplus Secara Kumulatif
-
INDEF: Aturan Kemasan Polos Rokok Berpotensi Hilangkan 52,8 Ribu Lapangan Kerja