Suara.com - Peduli bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur Jawa Barat, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui aksi cepat tanggap PKT Proaktif, salurkan bantuan logistik hingga perlengkapan pendukung bagi para korban yang tengah mengungsi di sejumlah lokasi. Bantuan didistribusikan melalui posko Pupuk Indonesia Grup yang tergabung dalam Satgas BUMN di Kecamatan Cigenang.
SVP Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Teguh Ismartono, mengungkapkan bantuan ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap para korban, sesuai arahan Kementerian BUMN untuk turun langsung memberi manfaat dalam menyikapi kondisi yang terjadi. Selain juga wujud implementasi UU Nomor 19 Tahun 2003, tentang tugas BUMN sebagai agen pembangunan.
Bantuan yang disalurkan berupa 10 unit lampu emergency, 20 kardus makanan bayi, 100 kardus susu formula bayi, 500 ikan kaleng dan 500 kornet, serta dua unit tenda pleton ukuran 6x14 meter. Seluruh bantuan didasari kebutuhan mendesak para korban di Kecamatan Cigenang, utamanya bahan pokok hingga keperluan bayi dan tenda layak untuk para pengungsi.
Penyaluran bantuan pun mencakup berbagai wilayah Cigenang, diantaranya Desa Padaluyu, Desa Pasir Ipis, Desa Sukamulya, Kampung Pabrik Jamur dan Desa Cijedil.
"Sesuai informasi, kebutuhan logistik merupakan hal sangat mendesak untuk segera dipenuhi bagi para korban, mulai dari bahan pokok hingga keperluan bayi. Makanya itu prioritas utama yang kami penuhi terlebih dulu, ditambah tenda layak untuk para pengungsi berteduh," ujar Teguh.
Dirinya berharap bantuan ini bisa meringankan beban para korban, dan Pupuk Kaltim akan terus berupaya maksimal menyalurkan dukungan lanjutan untuk membantu langkah penanggulangan. Begitu pula untuk pemulihan kondisi pasca bencana, Pupuk Kaltim siap berkolaborasi bersama Pupuk Indonesia Grup dan Satgas BUMN melalui program PKT Proaktif.
Teguh mengatakan program tersebut sengaja diinisiasi untuk menyikapi berbagai kondisi yang terjadi di masyarakat, dengan turut andil secara aktif dalam memberi manfaat serta dukungan secara optimal. Hal ini merupakan salah satu komitmen Pupuk Kaltim sebagai bagian dari BUMN, untuk terus berperan dalam membantu masyarakat Indonesia.
"Pupuk Kaltim memiliki kewajiban dan tanggungjawab sosial untuk membantu masyarakat melalui manfaat dan kontribusi sesuai amanat Kementerian BUMN. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban korban maupun masyarakat yang terdampak,” tambah Teguh.
Menteri BUMN Erick Thohir, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kontribusi perusahaan BUMN yang turun langsung membantu para korban gempa Cianjur. Dirinya mendorong seluruh perusahaan pelat merah untuk terus berkolaborasi dan saling membahu menanggulangi dampak serta pemulihan pasca bencana.
"Saya berterima kasih atas kerja keras dan amanah yang dijaga. Kehadiran BUMN di sini adalah untuk memastikan bahwa kita bisa terdepan sebagai satu keluarga besar untuk memberikan solusi bagi masyarakat,” kata Erick, saat mengunjungi posko Satgas BUMN di Limbangan Sari.
Erick menyampaikan, hal terpenting saat ini adalah BUMN hadir di tengah masyarakat untuk mendampingi dan membantu langkah penanggulangan bagi korban. Begitu pula kedepannya, sinergi BUMN diminta turut fokus dalam mendukung pemulihan sejumlah fasilitas seperti sekolah, rumah ibadah, hingga layanan kesehatan yang terdampak gempa.
"Dari kesinambungan upaya yang dilakukan, peran BUMN dapat dirasakan langsung meringankan beban para korban," tandas Erick.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik