Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara garis besar memberikan empat arahan agar penggunaan produk dalam negeri bisa meningkat signifikan.
Pertama, eks Wali Kota Surakarta itu ingin sertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk produk lokal diperbanyak dengan layanan yang mudah.
"Pertama perbanyak produk dalam negeri yang memiliki sertifikat TKDN agar kualitas produk dalam negeri semakin meningkat tapi proses pengurusan sertifikasi untuk produk usaha mikro, usaha kecil dan koperasi harus dipermudah, jangan sampai menyulitkan dan memperberat," kata Jokowi dalam acara Rakor Monev Inpres 2 Tahun 2022 secara virtual, Selasa (29/11/2022).
Kedua, proses digitalisasi harus dipercepat guna meningkatkan penyerapan produk dalam negeri dan produk usaha mikro kecil dan koperasi.
"Maksimalkan pembelian produk dalam negeri dan produk usaha mikro kecil yang sudah tayang dalam katalog elektronik maupun pada toko daring serta implementasikan penggunaan kartu kredit pemerintah atau pemerintah daerah," ujar dia.
Selanjutnya, yang ketiga yakni dengan meningkatkan penelitian atau riset untuk menghasilkan produk substitusi impor.
Terakhir, berikan insentif bagi investor dan industri yang mengembangkan dan memproduksi produk substitusi impor.
Berita Terkait
-
Jadi 'Musuh Bebuyutan' JK, Rizal Ramli Akui Pernah Selamatkan Uang Negara Rp50 Triliun
-
Kembali Singgung soal Pemimpin Rambut Putih, Jokowi Mention Tiga Sosok Ini
-
Sebut Pemimpin Berambut Putih, Jokowi: Ditafsirkan Apapun Silakan
-
Jokowi Bilang Pemimpin Rambut Putih Mikirin Rakyat, Prabowo Pamer Rambut: Ini Ada Dikit
-
Mirip Presiden Jokowi, Supporter Korea Selatan Dikomentari Kaesang Begini
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Purbaya Cuek Usai Disebut Idiot-Bukan Orang Suci oleh Noel
-
Purbaya Ungkap Setoran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Diambil dari Kemenhan
-
Inggris Siapkan Rp80 Triliun untuk Perkuat Armada Kapal Indonesia
-
IHSG Akhirnya Kembali ke Level 8.000, Pasar Mulai Tenang?
-
Dolar AS Ambruk, Rupiah Ditutup Perkasa di Level Rp16.754 Sore Ini
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Ada Proyek Gentengisasi Prabowo, Purbaya Pikir-pikir Pangkas Anggaran MBG
-
Prabowo Sebut Tanaman Ajaib, Sawit Kini Berubah Arti Jadi 'Pohon' di KBBI
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Hashim: 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Sepihak Satgas PKH Bisa Ajukan Keberatan