Suara.com - Pemuda Mahasiswa Nusantara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menggelar kegiatan bedah buku Ganjar Pranowo 'Memimpin dengan Akrab' yang diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di DIY. Kegiatan ini diadakan di Gedung Pertemuan Asrama Mahasiswa Kalimantan Selatan DIY, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.
Koordinator Wilayah Pemuda Mahasiswa Nusantara (DIY) Maryadi menjelaskan, buku karangan Anom Whani Wicaksana setebal 187 halaman itu bercerita tentang perjalanan hidup Ganjar Pranowo, mulai dari kehidupan masa kecil, pendidikan, titik awal perjalanan karir politik Ganjar hingga berhasil menjadi Gubernur Jawa Tengah selama dua periode.
Kehidupan Ganjar dianggap oleh masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan mahasiswa memiliki banyak nilai-nilai yang mampu menginspirasi, seperti perjuangannya yang berasal dari keluarga dengan segala keterbatasannya, namun tetap memiliki semangat tinggi dalam menempuh pendidikan.
"Hari ini kami mengadakan bedah buku Pak Ganjar Pranowo dengan judul Memimpin dengan Akrab, karena esensi dari buku itu sendiri bagi kami ialah kehidupan keseharian Pak Ganjar, terutama pencapaian Pak Ganjar, mulai dari beliau meniti karir dari sekolah, progres kuliah beliau, progres beliau ketika terjun ke dunia politik dan selama memimpin Jawa Tengah," ujar Maryadi.
Hal itu pun, kata Maryadi, yang melatarbelakangi Pemuda Mahasiswa Nusantara DIY menggelar kegiatan bedah buku Ganjar Pranowo tersebut. Ia mengharapkan, adanya kegiatan yang dilakukan dengan format kajian akademik itu mampu menjadi pemantik kalangan pemuda dan mahasiswa agar lebih memiliki daya juang tinggi dan positif dalam menempuh pendidikan.
Dengan demikian, tujuan Pemuda Mahasiswa Nusantara DIY dalam mencetak generasi muda yang bermental kuat dan memiliki daya saing tinggi bisa terlaksanakan, seiring banyaknya inspirasi dan motivasi yang diberikan gerakan Pemuda Mahasiswa Nusantara DIY.
"Kami dari Pemuda Mahasiswa Nusantara menginisiasi untuk membedah buku itu sebagai motivasi ketika nanti kita anak-anak muda ke depannya mau seperti apa, sudah ada gambarannya dari Pak Ganjar Pranowo," jelas Maryadi.
"Kami berharap dengan adanya kegiatan hari ini, teman-teman kami pemuda-pemudi ketika mau terjun ke dunia politik atau kemanapun, harus menyiapkan dirinya dari sekarang. Agar punya step by step ke depan dan punya muatan dalam arti bekal ke depannya," sambungnya.
Sebagai informasi, isi materi buku yang diterbitkan tahun 2019 tersebut dipaparkan oleh dua orang narasumber, yakni Gregorius Sahdan selaku Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta dan Saifudin Zuhri selaku Dosen STIE SBI Yogyakarta.
Baca Juga: Rumah Petani di Gunung Kidul Terbakar, Relawan Mak Ganjar Beri Bantuan
Sementara itu, Rinda, salah satu peserta bedah buku yang ikut berjejaring bersama Pemuda Mahasiswa Nusantara DIY mengungkapkan kepuasannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku lebih mengenal sosok Ganjar Pranowo lebih dalam setelah 21 sub-bab materi buku itu dipaparkan oleh narasumber.
Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu juga menyebutkan, dirinya mendapatkan banyak pembelajaran dan inspirasi dari perjalanan hidup Ganjar yang penuh perjuangan hingga berhasil meniti karir politik dan dipercaya memimpin Jawa Tengah selama dua periode.
"Kita tahu isi-isi bukunya apa saja, mulai dari bagian pertama hingga bagian terakhir. Terutama bagaimana Pak Ganjar bisa mempertahankan citra yang baik di masyarakat, sehingga mampu menarik simpati masyarakat, bagaimana beliau bisa menempatkan diri dan berbaur dengan anak muda. Dari situ kita bisa ambil sisi positifnya," ungkap Rinda.
Ia berharap Pemuda Mahasiswa Nusantara DIY bisa lebih sering mengadakan kegiatan yang berkaitan denagn kajian akademik, sehingga lebih banyak pembelajaran yang bisa didapat dan disalurkan kepada pemuda-pemudi.
"Kegiatan bedah buku seperti ini bagus dan menarik sekali ya. Jadi kita bisa tahu biografi dari Pak Ganjar itu sendiri kemudian bagaimana profil beliau dan perjalanan karir beliau, bahwa Pak Ganjar ini dikenal sebagai seseorang yang citranya baik di masyarakat," tutur Rinda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%
-
Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas
-
Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z
-
Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar
-
Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN
-
Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut
-
Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan
-
Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya
-
Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan
-
MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni