Suara.com - Negara Pakistan terancam bangkrut, setelah tingkat inflasinya naik secara drastis. Tercatat, tingkat inflasi Pakistan naik 27,5% yoy pada Januari 2023. Lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi Desember 2022 sebesar 24,5% yoy.
Melansir Reuters, berdasarkan data Biro Statistik Pakistan (PBS), kenaikan inflasi ini menandakan ekonomi negara di Asia Selatan itu tidak baik-baik saja. Inflasi itu menjadi yang tertinggi sejak Mei 1975, yang naik 27,8%.
CEO di perusahaan pialang lokal Topline Securities, Mohammed Sohail mengatakan, inflasi diproyeksikan naik seiring jatuhnya nilai tukar rupee Pakistan selama beberapa hari terakhir, penghapusan subsidi, dan kenaikan pajak.
"Dan Ini membuat rata-rata inflasi selama tujuh bulan tahun fiskal berjalan menjadi 25,4% dibandingkan dengan 10,3% pada periode yang sama tahun lalu," ujar Sohail seperti dikutip Jumat (3/2/2023).
Bank sentral Pakistan juga menjadikan kenaikan inflasi tersebut sebagai alasan untuk menaikkan suku bunga acuannya.
Meski begitu, Pakistan tengah melobi-lobi Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mendapatkan dana talangan, agar membangkitkan perekonomian yang diambang kebangkrutan.
Namun, program IMF memiliki imbas yang tidak populer bagi warganya, karena akan mendorong Pakistan untuk menaikkan tarif listrik, yang ujungnya inflasi kembali naik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru