Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dengan melemah di awal perdagangan pagi ini, Rabu (15/2/2023).
Pelemahan ini disebabkan tekanan Saham big caps yang ikutan melemah seperti halnya saham GOTO, BMRI hingga BBCA.
Mengutip data RTI, IHSG sempat bergerak ke posisi tertinggi 6.946 sesaat setelah pembukaan, kemudian menyentuh posisi terendah di 6.934.
Terpantau 175 saham menghijau, 105 saham melemah, dan 280 saham di posisi yang sama dengan penutupan perdagangan kemarin. Kapitalisasi pasar mencapai Rp9.576 triliun.
Mayoritas indeks sektoral mengawali pembukaan di zona hijau dengan kenaikan tertinggi pada sektor energi yang menguat 0,76 persen. Kemudian disusul konsumer non-cyclical sebesar 0,16 persen.
Sementara itu, mayoritas saham-saham penghuni top 10 big cap terpantau mengawali perdagangan di zona merah. BBCA melemah 1,12 persen, GOTO turun 0,84 persen, UNVR melemah 0,44 persen, dan BMRI melemah 0,96 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
Terkini
-
Wamenkeu Klaim Defisit APBN Masih Aman Meski Ada Perang AS-Israel-Iran
-
PT SMI Klaim Pembiayaan Proyek Masih Aman Meski Ada Konflik Timur Tengah
-
Bidik Investor Kalangan Masyarakat, PT SMI Siapkan Obligasi Rp 8-10 Triliun di 2026
-
Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Bisa Bertahan Jika Harga Minyak 92 Dolar AS per Barel
-
Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia, Apa Sebab?
-
PT SMI Salurkan Rp 125 Triliun untuk Proyek Strategis Nasional
-
BEI Buka Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen
-
Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak
-
Elnusa Petrofin Perkuat Mitigasi Risiko, Pastikan BBM Aman Selama Ramadan
-
Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab