Suara.com - Ketahanan pangan dapat tercapai apabila petani terus berproduksi. Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Orang Muda Ganjar (OMG) Sumatera Utara, Yosua Kristopel Panjaitan saat melakukan kegiatan Sosialisasi dan Penyerahan Bantuan Kepada Kelompok Tani di Kantor Desa Hilizalootano, Kabupaten Nias Selatan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Yosua kepada Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat. Yosua menyampaikan bantuan tersebut untuk meningkatkan semangat para petani dalam mengoptimalkan hasil produksinya.
"Di sini kami memberikan sosialisasi dan bantuan bibit, pupuk dan polybag kepada petani setempat, yang bertujuan untuk meningkatkan hasil panen dari para petani. Yang kami ketahui saat ini adalah mayoritas mata pencaharian dari warga Nias Selatan yakni sebagai petani," ujar Yosua.
Sesuai dengan komitmennya, OMG menggagas kegiatan tersebut didasari atas kepeduliannya dalam memenuhi ketersediaan pangan.
Yosua meninjau Nias Selatan salah satu daerah yang layak diberikan bantuan tersebut dikarenakan aksesnya yang lumayan sulit dijangkau.
"Ketersedian pangan di sini cukup esensial ya, sebab akses di sini masih lumayan sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pendistribusian jalur logistiknya. Oleh karena itu, kemampuan SDM dalam hal ini adalah petani perlu kami support dalam memenuhi kuantitas dan kualitas pangan di Nias Selatan.
Yosua berharap kegiatan tersebut dapat mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan produktif dengan memanfaatkan lahan.
"Diharapkan dengan adanya kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membudidayakan berbagai macam jenis pangan dan sayuran guna memenuhi asupan gizi keluarga dan menjadi sumber pendapatan masyarakat sekitar," lanjutnya.
Yosua berharap agar bantuan dapat dimanfaatkan dengan benar dan tepat sasaran sehingga kelompok tani yang sudah mendapatkan bantuan dapat mandiri dan berkembang.
Baca Juga: Berkat Alsintan, Panen Raya di Rembang Lebih Menguntungkan Petani
"Selanjutnya, agar program tersebut sesuai kami akan melakukan pengawasan dan pendampingan kepada kelompok tani sampai program tersebut berjalan dengan baik," pungkas Yosua.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut OMG berkesempatan untuk mengunjungi Desa Bawomataluo dalam rangkaian kampanye kreatif untuk memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo kepada masyarakat maupun turis yang hadir.
OMG turut serta membagikan souvenir dan kaos bertuliskan 'Orang Muda Ganjar' di wilayah tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Rebut Tahta! XL Ultra 5G+ Dinobatkan Jadi Jaringan 5G Tercepat di Indonesia versi OOkla Speed Test
-
Sengkarut Tarif Impor AS, RI Diminta Tarik Rem Darurat Soal Perjanjian Dagang
-
Trump Terjepit Keputusan MA, Rupiah 'Terbang' ke Rp16.802
-
Peta Baru Industri EV: BEI Jadi Gelanggang Adu Kuat Raksasa Nikel Global
-
Beras Premium Bulog Mejeng di Rak Bin Dawood dan Lulu, Siap Garap Pasar Arab Saudi
-
Emiten NETV Tiba-tiba Ditinggal Direktur Utamanya
-
Impor 105 Ribu Pikap India PT Agrinas Dianggap Berlawanan dengan Program Prabowo
-
Cara Cetak Emas di Pegadaian Terbaru Lengkap Syarat, Biaya, dan Alurnya
-
Bulog Mulai Kirim Beras ke Arab Saudi pada 28 Februari
-
Defisit APBN Capai Rp 54,6 T per Januari 2026, Purbaya Klaim Masih Terkendali