Sebagai Presuniv International Chancellor, Prof. Ki-Chan Kim menyatakan keinginannya untuk menjadikan area K-Food Institute sebagai salah satu icon dari Silicon Valley-nya Indonesia dalam bidang kuliner Korea.
“Lewat kolaborasi ini, dan dengan adanya K-Food Institute, saya berharap bisa menjadikan area ini seperti Gangnam Food Street yang terkenal di Korea. Sebagai International Chancellor, saya akan berupaya untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Prof. Kim.
Guna merealisasikan rencana tersebut, K-Food Institute akan mengadakan berbagai kegiatan. Di antaranya, menyelenggarakan berbagai lomba, termasuk untuk perusahaan rintisan, yang mengusung tema Korean Food dan mengembangkan area kuliner Korea.
K-Food Institute juga diharapkan bisa menjadi tempat bagi mahasiswa Presuniv untuk mengembangkan potensinya dalam bidang kuliner dan berkontribusi dalam mengembangkan bisnis dan tradisi kuliner Korea di Indonesia.
Melalui berbagai kegiatan tersebut diharapkan dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang akan terbentuk kawasan kuliner Korea di Jababeka.
Dukung Persiapan Karier Mahasiswa
Bisnis kuliner Korea di Indonesia berkembang seiring dengan masuknya Korean Wave, atau biasa disebut juga Hallyu. Merujuk survei kantor diplomasi Korea Selatan, dalam sepuluh tahun terakhir penggemar Hallyu di 116 negara di dunia, termasuk Indonesia, meningkat 17 kali lipat atau menjadi sekitar 156,6 juta orang.
Ini terutama pada kalangan anak-anak muda pencinta musik K-Pop, drama Korea, lifestyle maupun kuliner. Makanan khas Korea, seperti tteokbokki, kimchi, dan gimbab, kian populer di seluruh dunia karena cita rasanya yang unik dan sehat. Sebagian rasa kuliner Korea yang pedas juga semakin pas buat lidah orang Indonesia.
Upaya menghadirkan K-Food Institute sebagai pengembangan bisnis rintisan berbasis kuliner Korea sangat sejalan dengan strategi Presuniv dalam menyiapkan tiga jalur karier bagi mahasiswanya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Drama Korea yang Dijamin Akan Menguras Air Matamu
“Presuniv menyiapkan tiga jalur sebagai persiapan karier masa depan mahasiswa setelah mereka lulus, yakni jalur eksekutif profesional, entrepreneur, dan akademisi atau peneliti.” kata Prof. Chairy.
Hadirnya K-Food Insitute, kata Prof. Chairy, akan menopang persiapan salah satu jalur karier mahasiswa Presuniv yang ingin menjadi entrepreneur. Meski begitu, lanjut Chairy, K-Food Institute juga bisa mewadahi mahasiswa yang ingin melakukan riset terkait dengan tradisi kuliner Korea, termasuk yang berkembang di Indonesia.
Prof. Budi Susilo Soepandji dalam sambutannya juga merasa senang dengan kehadiran K-Food Institute, termasuk adanya perjanjian kesepahaman antara Presuniv dengan Sungshin Women's University.
“Saya optimis akan ada banyak peluang kerja sama yang bisa dilakukan Presuniv bersama dengan Sungshin Women's University,” tegas Prof. Budi Susilo.
Salah satunya adalah dalam bidang bahasa. Melalui program pertukaran dosen mahasiswa, lanjut Prof. Budi Susilo, akan ada pengembangan bahasa Korea ke Indonesia, dan sebaliknya bahasa Indonesia ke Korea.
“Ini tentu akan berdampak positif bagi peningkatan hubungan kerja sama antara Indonesia dengan Korea Selatan,” tegas Prof. Budi Susilo.
Pada era global seperti sekarang ini, penguasaan bahasa asing memang menjadi sangat penting. Baik itu bahasa Inggris, dan terutama bahasa asing dari negara-negara di kawasan Asia, seperti bahasa Korea, Jepang atau Mandarin. Terlebih karena era sekarang adalah eranya Asia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Kampanye Mandiri Looping for Life Tampil di Road to INACRAFT Festival 2026
-
BGN Minta Maaf Punya Utang Rp 1,6 Triliun di Era Dadan Hindayana, Belum Bayar EO hingga Dapur
-
Ibu Tewas dan Anak 1 Tahun Luka Parah Dibom Rudal Amerika di Tappeh Allah Akbar Iran
-
Ulasan Sang Alkemis: Kisah Inspiratif yang Sarat Pesan Kehidupan
-
Tak Cukup Koper, Barang Bukti Don Ritto Diangkut Kontainer ke Kejagung, Ini Daftar Rinciannya
-
Mandiri Looping for Life, Semangat Rawat Warisan dan Keberlanjutan di Road to INACRAFT Festival 2026
-
3 Macam Sheet Mask Becoming yang Lagi Hits, Bikin Kulit Plumpy dan Glowing!
-
Tiga Napiter eks-Jamaah Islamiyah Ikrar Setia NKRI di Lapas Semarang
-
Jakarta Punya Gaya! Serunya 'BRI Wellness Experience' di Jantung Kota
-
5 Serum Pencerah yang Efektif Pudarkan Flek Hitam, Mulai Rp70 Ribuan