Suara.com - Pemuda Mahasiswa Nusantara (PMN) Sulsel menggelar dialog kepemudaan di Desa Mattiro Walie, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut dihadiri puluhan pemuda dan masyarakat Desa Mattiro Walie, Libureng.
Koordinator Wilayah PMN Sulsel, Bayu mengatakan tujuan diadakannya kegiatan itu untuk memberikan wawasan kepada pemuda terkait pentingnya peran generasi muda dalam memajukan desa.
“Tidak hanya itu, target lain dari kegiatan ini ialah terbentuknya Karang Taruna (Desa Mattiro Walie–red),” kata Bayu.
Bayu menjelaskan kehadiran Karang Taruna memiliki arti penting sebagai wadah bagi kaum muda untuk pengembangan diri.
“Melalui generasi muda tentunya dapat melahirkan inspirasi untuk membangun daerah ke arah yang lebih baik. Sebab, organsiasi karang taruna bisa mewujudkan pemuda yang mandiri pemuda yang kreatif dan inovatif,” sambungnya.
Dia berharap para pemuda di Desa Mattiro Walie mampu membentuk dan mengoptimalkan organisasi pemuda seperti Karang Taruna.
“Salah satunya dengan cara bersinergi dan berkolaborasi dengan unsur pemerintah Desa,” imbuhnya.
Dalam dialog tersebut, PMN Sulsel juga mengajak para pemuda untuk tetap berinovasi serta memberikan sumbangsih nyata baik bagi daerah maupun secara nasional.
Peserta yang hadir tampak begitu antusias mengikuti rangkaian diskusi hingga akhir.
Salah satu peserta bernama Sulham mengaku sangat mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut.
Dia mengatakan pemuda sangat berperan penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami sangat berterima kasih kepada PMN Sulsel dan panitia penyelenggara diskusi atas dorongan dan pencerahannya. Mudah-mudahan ini menjadi kesempatan yang baik bagi kami pemuda Desa Mattiro Walie untuk lebih aktif lagi dalam berorganisasi,” ucapnya.
Di akhir acara, PMN Sulsel memberikan bantuan kepada pemuda setempat berupa satu buah laptop.
Harapannya, dengan bantuan tersebut dapat membantu mengembangkan potensi dan bakat anak-anak muda di desa tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
IHSG Bangkit dari Koreksi, Kembali ke Level 8.300
-
McDonald's RI Mulai Ekspansif Lagi
-
Impor Pikap India Lebih Murah, Agrinas Klaim Efisiensi Rp 46,5 Triliun
-
Duo Emiten 'BUMI' Masuk Daftar Saham Paling Banyak Dibeli dan Dijual Asing
-
Gaduh Perjanjian Dagang RI-AS, Prof Harris: Jaga Kedaulatan Jangan Pakai Emosi Sesaat!
-
Claude Update AI "Karyawan Cerdas", Harga Saham IBM Rontok Parah!
-
IPOT Bongkar Kelemahan Aplikasi Trading yang Masih Andalkan Data Historis
-
Ma'ruf Amin Respons Menkeu Purbaya soal Mahalnya Bank Syariah
-
Tak Ada Lagi Alasan, Kemenperin Desak Industri Baja Segera Kantongi SNI
-
Harga Emas Pegadaian Rabu 25 Februari 2026, Galeri 24 Lebih Murah dari UBS