Suara.com - Dentsu menunjuk tiga pemimpin baru untuk memperkuat fondasinya di Asia Tenggara. Tiga pemimpin baru itu diantaranya, Sanjay Bhasin, Prakash Kamdar dan Bharti Agrawal untuk memimpin kawasan yang berkembang pesat.
Klaster Asia Tenggara adalah bagian dari jaringan bisnis wilayah Asia Pasifik, dan mencakup beberapa negara antara lain dentsu Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Sebagai kawasan dengan ekonomi terbesar kelima di dunia, SEA mengalami pertumbuhan eksponensial dan transformasi yang luar biasa. Dalam hal ini, pertumbuhan pengeluaran periklanannya diprediksi akan melebihi Asia Pasifik dengan penghasilan bruto yang saat ini mencapai sebesar USD 3,1 triliun dan SEA juga diperkirakan akan menjadi ekonomi terbesar keempat di tahun 2030.
Sanjay Bhasin, CEO dentsu Myanmar, Thailand dan Vietnam, diangkat menjadi CEO dentsu Southeast Asia, akan memulai perannya sesegera mungkin. Sebagai pelaku yang berpengalaman di Industri selama 30 tahun di wilayah Asia Pasifik dan kawasan SEA, Sanjay sebelumnya menjabat sebagai CEO Y&R SEA sejak tahun 2012 hingga 2018.
Di bawah kepemimpinan Sanjay sebagai CEO dentsu Vietnam & Myanmar pada 2018, bisnis dentsu Vietnam mencapai masa keemasannya dan menjadi agensi terintegrasi paling sukses di negara Naga biru tersebut. Di bawah kepemimpinannya dentsu Vietnam menghasilkan pertumbuhan dan profitabilitas sebesar dua digit tahun-ke-tahun.
Selain itu, kepemimpinan Sanjay juga membuat agensinya dianugerahi Network of the Year MMA Vietnam pada tahun 2020 dan Creative Agency of the year selama tiga tahun. Setelah kesuksesan tersebut, Sanjay kemudian diangkat menjadi CEO dentsu Vietnam, Myanmar dan Thailand pada tahun 2021.
Rob Gilby, CEO dentsu APAC mengatakan, aaat ini sudah terdapat banyak paparan yang positif mengenai pertumbuhan eksponensial dan transformasi yang luar biasa yang dialami oleh kawasan SEA.
"Untuk itu, langkah ini merupakan pengembangan bisnis organik yang senantiasa akan meningkatkan investasi yang signifikan dan komitmen terhadap karyawan kami, klien kami, mitra kami, serta mengukuhkan kemampuan kompetitif kami di wilayah pertumbuhan yang penting ini. Saya sangat bangga dan semangat melihat para pemimpin yang telah terbukti sukses seperti Sanjay, Prakash, dan Bharti. Kini mereka akan memimpin lebih dari 4.000 talenta kami yang beragam untuk mempercepat pertumbuhan kami dan klien kami di SEA," ujarnya seperti dikutip, Senin (10/4/2023).
Sementara, Sanjay Bhasin, CEO dentsu Southeast Asia memaparkan, SEA telah menjadi rumah selama sebagian besar kehidupan profesionalnya. Dirinya juga merasa bangga telah diberikan kesempatan istimewa untuk bekerja dengan beberapa bisnis paling ambisius dan memimpin beberapa tim paling berbakat di negara-negara dalam klaster yang sangat menarik dan beragam ini.
Baca Juga: KB Bukopin Optimalkan Sebaran Jaringan Kantor untuk Berikan Layanan Unggulan Terintegrasi
"Kami bersatu sebagai satu tim lintas batas untuk mewujudkan janji SEA dalam ‘The Decade of SEA’, yang saya percaya menjadi langkah tepat dalam perjalanan saya dan dentsu kedepan. Secara pribadi, dan profesional, saya juga telah mengenal Prakash dan Bharti selama beberapa dekade dan kami telah membangun chemistry yang luar biasa selama bertahun-tahun bekerja sama. Sangat tidak mudah sekali bagi saya untuk mendapatkan tim yang lebih baik, lebih kolaboratif, dan berbakat dibanding mereka untuk menjalankan misi SEA ini bersama-sama," kata dia.
Prakash Kamdar ditunjuk menjadi CEO, Clients & Solutions, dentsu Southeast Asia dan peran tersebut akan dimulai segera. Dalam tim kepemimpinan klaster yang sama, Bharti Agrawal menjabat sebagai CFO dentsu Southeast Asia dan peran ini telah berlaku sejak beberapa bulan yang lalu. Agar tetap dekat dengan bisnis lokal, Sanjay dan Prakash akan terus melanjutkan peran kepemimpinan mereka di negara-negara yang ditugaskan dalam klaster dentsu SEA.
Prakash memiliki keahlian selama 27 tahun dalam pemasaran digital dan transformasi digital. Beliau bergabung di industri digital sejak tahun 1997 dan telah menjadi CEO dentsu Singapore pada tahun 2019 dan merangkap berjabat sebagai CEO dentsu Indonesia sejak Januari 2022. Pada tahun 2021, Prakash dianugerahi Executive of the Year di kategori bisnis Periklanan di ajang Singapore Business Review Management Excellence Awards 2021 dan titel Agency Leader of Year oleh Marketing Interactive pada tahun 2022.
"Sejak bergabung dengan dentsu pada tahun 2012 sebagai CEO Isobar Singapore, saya telah melihat bisnis ini melalui transformasinya. Dengan rendah hati, saya sungguh berterima kasih atas tanggung jawab dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Saya telah menerjunkan diri ke berbagai peran berbeda di dentsu dalam 11 tahun terakhir, namun kegemaran dan semangat saya yang mendalam selalu menggunakan kekuatan gabungan dari kreativitas, desain, data, media, dan teknologi untuk menciptakan solusi transformatif yang membantu bisnis dan Brand mencapai tujuan pertumbuhan dan ambisi yang baik. Saya merasa senang untuk bekerja dengan Sanjay, Bharti, dan para pemimpin dan kolega SEA lainnya untuk mengubah kekayaan bisnis dan kehidupan masyarakat melalui solusi pertumbuhan terintegrasi terbaik kami," imbuh dia.
Bharti adalah pemimpin yang terbukti dengan pengalaman kerja lebih dari 20 tahun di bidang keuangan yang mendalam, serta keahlian operasional, komersial, dan M&A di perusahaan publik dan swasta di negara Inggris, Brasil, dan negara-negara di kawasan SEA. Beliau telah menjalankan perannya di dentsu selama beberapa tahun bersama dengan MaryAnn Puthussery, General Counsel dentsu Southeast Asia dan Yvonne Tan, Group HR Director dentsu Southeast Asia yang menjadi anggota utama di jajaran kepemimpinan di dentsu Southeast Asia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
DJP Garap Coretax Mobile, Bisa Dipakai di Android dan iPhone
-
Purbaya Wajibkan Bank BCA-BNI dkk Setor Data Transaksi Kartu Kredit ke DJP, Ini 27 Daftarnya
-
Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen
-
Pemerintah Guyur Insentif 300 Persen untuk Perusahaan yang Riset Semikonduktor di Dalam Negeri
-
Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip
-
IHSG Perkasa, Daftar Saham-saham yang Cuan Hari Ini
-
Purbaya Umumkan Aturan THR & Gaji ke-13 ASN-TNI-Polri, Kapan Cair?
-
Penutupan Pasar Hari Ini: IHSG Comeback ke Level 7.710, Rupiah Tertahan di Rp16.880
-
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan
-
Rupiah Melemah Lagi ke Level Rp 16.905/USD, Investor Pilih Tunggu Arah Pasar