BRI saat ini memiliki 35,4 juta peminjam yang tergolong pelaku UMKM, dan Sunarso berharap mereka bisa meningkatkan kapasitas usaha mereka seiring dengan pertumbuhan ekonomi. BRI mengedepankan pemberdayaan pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas mereka.
Ditambahkan oleh Direktur Mikro BRI, Supari menjelaskan, sekitar 90 persen UMKM memiliki potensi untuk menjadi penggerak perekonomian Indonesia.
Bukti dukungan BRI bagi petani kopi salah satunya dituturkan oleh Rahmah, seorang perempuan asal Takengon, Aceh Tengah, Provinsi Aceh, yang menerima modal dari BRI untuk mengembangkan Koperasi Pedagang Kopi Ketiara hingga bisa mengekspor Kopi Gayo ke luar negeri.
Berawal dari tahun 1992, ketika Rahmah membuka sebuah toko sembako dengan modal sebesar Rp4 juta dari BRI. Kala itu, ia menerapkan sistem barter dengan para petani di sekitar toko, di mana mereka bisa menukarkan kopi dengan kebutuhan pokok mereka.
Usaha yang ia kembangkan lantas terus berkembang hingga ia kembali mendapatkan dukungan dana dari BRI dengan total Rp14 juta.
Rahmah beberapa kali juga turut serta dalam beberapa pameran kopi lokal di Bali, Jogja dan berbagai daerah guna memperluas pasar di dalam negeri, yang merupakan acara yang digelar oleh BRI untuk mendorong pengembangan bisnis pelaku UMKM.
Berkat upayanya yang pantang menyerah ini, Rahmah kembali dipercaya BRI untuk mendapatkan dukungan dana mencapai Rp600 juta karena keseluruhan kopi yang dijualnya mencapai 100-200 ton per bulan.
Pada tahun 2009, Rahmah yang berupaya memberdayakan petani kopi Gayo di daerahnya membentuk Koperasi Pedagang Kopi Ketiara. Awalnya, koperasi ini hanya memiliki 30 anggota, termasuk pengurusnya, tetapi dengan tekad yang kuat untuk memperluas jangkauannya, mereka merekrut petani lainnya hingga mencapai 800 petani pada saat itu.
Tidak hanya dalam negeri, Rahmah juga kerap mengikuti festival kopi di Eropa dan Amerika Serikat untuk mempromosikan kopi Gayo ke pasar luar negeri.
Baca Juga: Berkat Holding Ultra Mikro, Wanita Ini Bisa Sekolahkan 12 Anak
Saat ini, ia turut membantu 1.500 petani untuk terus berkembang. Petani-petani ini berasal dari 19 desa di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah.
Saat ini, Koperasi Pedagang Kopi Ketiara, telah berhasil menjual 70% kopi mereka ke pasar ekspor di Amerika Serikat. Sisanya ke pasar Eropa, Asia dan dalam negeri.
Tag
Berita Terkait
-
Berkat Holding UMi, Agen BRILink Sekolahkan 12 Anak
-
Berikut Kisah Agen BRILink yang Berhasil Sekolahkan 12 Anak
-
Cerita Sabariah, Wanita Asal Makassar yang Berhasil Sekolahkan 12 Anak
-
Mantap! Wanita Makassar Ini Bisa Sekolahkan 12 Anak Berkat Holding UMi
-
Berkat Holding Ultra Mikro, Wanita Ini Bisa Sekolahkan 12 Anak
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi
-
Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul
-
Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen
-
Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?