Kolaborasi adalah yang terpenting: badan-badan PBB, pemerintah, sektor swasta, dan setiap pemangku kepentingan di Indonesia memainkan peran unik namun vital dalam pembangunan berkelanjutan.
Namun, hanya mengandalkan salah satunya tidak akan membawa kita jauh dari tempat kita berada sekarang. Kita perlu menggabungkan kekuatan untuk menghasilkan upaya yang lebih kuat dan lebih berdampak.
Program ASSIST telah mengumpulkan lebih dari 1 miliar Dolar AS untuk pembiayaan TPB tetapi pembiayaan yang dibutuhkan untuk mencapai TPB di Indonesia diperkirakan mencapai 4,7 triliun Dolar AS. Beban ini tidak bisa hanya dipikul oleh pemerintah.
Mobilisasi pembiayaan untuk TPB harus menjadi upaya kolektif yang melibatkan semua orang.
Perwakilan dari negara-negara donor menghargai upaya dari badan-badan PBB dan berharap untuk mendengar lebih banyak kisah sukses dari program ini. Acara kemudian diikuti oleh dua diskusi yang diwakili oleh panelis dari sektor publik, swasta, dan sosial.
Diskusi berfokus pada kondisi investasi TPB di Indonesia saat ini, kisah sukses, tantangan utama, dan langkah ke depan untuk mendukung pembiayaan pembangunan berkelanjutan untuk memastikan tak seorangpun tertinggal.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI
-
Bisa Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam turun Lagi Jadi Rp2,71 Juta/Gram
-
Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian
-
Kenaikan Harga Pertamax Sudah Atas Izin Mas Bahlil 'Ganteng'
-
Bos OJK Beberkan Pendorong IHSG Mulai Rebound, Ini Obat Kuatnya
-
Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi
-
BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?
-
Harga Pertamax Nyaris Rp 17.000, Pertamina Anggap Sudah Wajar
-
BI Rate Naik Mendadak, Pertanda Apa untuk Ekonomi Indonesia?
-
OJK Redakan Isu Panas Ekonomi Indonesia, 'Sell Indonesia' Jadi Sorotan Investor