Suara.com - Uang Rupiah diklaim sebagai uang terbaik di dunia. Hal itu diungkapkan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjio saat Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) beberapa waktu lalu.
Uang rupiah tahun emisi 2022 dinobatkan sebagai The Best New Banknote Series atau uang kertas baru terbaik oleh International Association of Currency Affairs (IACA) di ajang Currency Award ke-17 di Meksiko.
Meski demikian, Peruri yang merupakan pembuat uang rupiah tersebut mengatakan masih ada celah dalam modus peredaran uang palsu dengan perkembangan kemajuan teknologi kedepannya.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam sebuah acara yang digelar Peruri Research Institute for Authenticity (PRIfA) bertajuk 'Banknote Security Printing and Security Features Technology'. Penyelenggaraan forum kali ini berkolaborasi dengan SICPA SA, produsen tinta sekuriti asal Swiss dan Koenig & Bauer, produsen mesin cetak uang ternama di dunia asal Jerman.
"Teknologi percetakan uang (banknote) dan fitur keamanan (security features) terus mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga diperlukan update agar Peruri dapat terus berinovasi menciptakan produk security printing yang unggul dan berkualitas," kata Direktur Currency & Security Solutions Peruri Saiful Bahri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/8/2023).
Saiful bilang forum kolaborasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi karyawan Peruri dalam penguasaan teknologi serta mengantisipasi kompetisi global yang akan berdampak pada eksistensi, relevansi dan keberlangsungan bisnis Peruri sebagai perusahaan teknologi currency & high security solution.
“Peruri harus terus meningkatkan kapabilitas dan kompetensi karyawannya sehingga dapat terus bersaing dengan kompetitor di bidang yang sama di era digital saat ini," katanya.
Menurutnya berdasarkan hasil riset terbaru, adanya Cash Deposit Machine (CDM) atau lebih dikenal sebagai ATM Setor Tunai memberikan sejumlah manfaat kepada masyarakat, namun di sisi lain risiko penyebaran uang palsu melalui CDM masih tetap ada.
"Untuk mencegah peredaran uang palsu melalui CDM diperlukan pengembangan fitur keamanan yang tertanam pada uang kertas yang dapat dibaca oleh mesin (machine readable features) di antaranya SICPATALK® (IR feature) dan NEOMAG® (magnetic feature)," paparnya.
Baca Juga: Begini Proses Pembuatan Uang Rupiah yang Tidak Bisa Dipalsukan
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Kronologi Korwil BGN Kayong Utara Viral Hingga Dimutasi ke Papua
-
Transformasi BRIvolution Reignite Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan BRI
-
Kabel Wesel Dipotong! Vandalisme di Stasiun Tanjung Priok Bikin KRL Terlambat
-
Daihatsu Boyong Mobil Konsep Masa Depan ke GIIAS 2026
-
BTS Absen di Grammy Awards 2027, Buntut Kategori Baru Musik Asia?
-
BRIvolution Reignite Perkuat Daya Saing BRI dan Ekonomi Kerakyatan
-
Lebih dari 200 Penari dari Berbagai Daerah Ramaikan Lomba Tari Kreasi 2026 di Saloka Theme Park
-
Remehkan Timnas Indonesia, Pemain Thailand: Kami Paling Layak Juara Piala AFF 2026!
-
GoTo Cetak Laba Beruntun Q2-2026, Fintech Resmi Jadi Mesin Uang Baru
-
KPK Sita Mobil Pajero Sport yang Dipakai Istri Kedua Suhardiman Amby