Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) gerak cepat mengatasi dampak kekeringan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), khususnya di Kecamatan Tana Sitolo, Desa Ina Lipue sekitar 500 ha.
Semua pihak terkait yaitu Kementan langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Wajo, petugas UPTD pengairan Bila Kelola, Danramil Tana Sitolo, Dinas PU Kabupaten Wajo, serta petugas PPL dan petani setempat.
Semua bekerja sama untuk memanfaatkan air secara efisien sehingga dapat mengurangi dampak kekeringan. Kesepakatan bersama seperti pengaturan waktu pembagian air serta penertiban pompa-pompa air yang langsung mengambil air di saluran, supaya tidak secara bebas menggunakan air. Dengan demikian maka luas lahan sekitar 500 ha dapat terselamatkan sampai panen.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, antisipasi lainnya juga sudah dirancang dengan percepatan tanam, infrastruktur air dan pencocokan validasi cuaca dengan menggunakan data BMKG.
"Selama ini kita selalu mempermasalahkan soal cuaca dan hama. Karena itu kita lakukan mapping serta kerjasama dengan BMKG. Yang pasti kita terus bergerak cepat,” kata Mentan SYL, Minggu (27/8/2023).
Lebih lajut Mentan SYL menjelaskan, keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan adalah modal utama dalam melakukan fokus kerja di tahun 2023 dengan pendekatan kerja yang harus berjalan efektif dan efisien. "Pertanian di tahun 2023 itu sudah kita rancang pada tahun 2022, karena itu kita hanya perlu melakukan intervensi agar produksi tahun depan berjalan dengan lancar serta sesuai dengan haraapn. Insyaallah cuaca bisa kita kendalikan," katanya.
Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Ali Jamil mengatakan, bangunan air seperti embung dan dam parit akan bermanfaat meskipun debit air kecil, air masih bisa teralirkan ke sawah-sawah petani. Sehingga petani bisa menambah pertanaman dalam setahun, dari satu kali menjadi dua kali. "Insfrastruktur air ini juga sangat berguna dalam pengelolaan air lahan kering maupun tadah hujan," kata Ali Jamil.
Berbeda dengan embung, dam parit dibangun dengan membendung sungai kecil atau parit alami. Untuk pengembangan dam parit, sungai yang dibendung memiliki debit minimal 5 liter per detik dan dengan luas lahan usaha tani yang dapat diairi minimal 25 ha. Tak hanya itu, agar dampak dam parit bisa lebih besar maka pembangunannya bisa secara bertingkat dari hulu ke hilir dalam satu aliran Daerah Aliran Sungai (DAS) mikro.
"Model pengembangan dam parit bertingkat di DAS hulu sangat ideal untuk dikombinasikan dengan pengelolaan air dan sedimen di waduk atau embung besar," jelasnya. Namun, Ali Jamil memperingatkan agar pemeliharaan air sungai dan bangunan air tersebut harus dirawat.
Baca Juga: Senangnya Petani di Bekasi Dapat Bantuan Normalisasi Irigasi dari Kementan
Misalnya dengan pengerukan sedimen sungai yang sebaiknya dilakukan secara rutin sebelum musim penghujan datang. Kemudian perawatan rutin seperti membersihkan sampah yang menghalangi aliran air.
"Biar saat musim kemarau debit air tidak kecil tapi musim hujan air meluap, sebaiknya perawatan, pemeliharaan dan konservasi harus dilakukan dari hulu ke hilir. Semuanya bisa dilakukan dengan komitmen bersama di desa setempat," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Breaking News! 8 Kecamatan dan 21 Desa di Bekasi Alami Kekeringan
-
Bahaya Pencemaran Udara bagi Kesehatan yang Dapat Menyebabkan Kematian
-
Inflasi Indonesia Diprediksi Terus Turun, Ini Faktor-faktor Kuncinya
-
Petani di Wajo Diminta Manfaatkan Embung untuk Hadapi El Nino
-
Punya Potensi Pasar yang Luas, Inovasi dan Hilirisasi Komoditas Kelapa di Indragiri Hilir Perlu Dilakukan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
Terkini
-
BPS Ungkap Dampak Bencana Sumatera pada Perekonomian Indonesia, Begini Penjelasannya
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, Rupiah Malah Amblas ke Level Rp16.842!
-
COIN Optimistis Pemangkasan Biaya Transaksi CFX Akan Picu Efek Berganda
-
Izin Impor BBM Shell Belum Terbit, ESDM: Masih Dievaluasi!
-
Meski Turun, Jumlah Pengangguran RI Capai 7,35 Juta Orang
-
BPS Sebut Investasi Tumbuh Dua Digit di 2025, Ini Penyebabnya
-
ESDM Pastikan RKAB Batu Bara yang Beredar Hoaks
-
Besok Danantara Mulai 6 Proyek Hilirisasi Rp 97 Triliun
-
Naik TransJakarta Bisa Bayar Pakai GoPay, Begini Caranya