Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhir-akhir ini lebih senang melakukan cawe-cawe atau ikutan dalam kontestasi politik menuju 2024. Jokowi pun mengaku akan terus melakukan cawe-cawenya tersebut.
Ditengah asik cawe-cawe, tampaknya orang nomer satu di Republik ini sedikit melupakan urusan perut rakyat. Yap, urusan perut rakyat ini tak jauh dari beras, tapi tahu tidak harga beras saat ini melesat ke level tertingginya dan mencapai rekor paling mahal di negara ini.
Kondisi ini pun menjadi sorotan Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira Adhinegara, dia bilang pemerintah lambat dalam memitigasi kenaikan harga beras yang berlarut-larut.
"Jadi masalah beras ini ada semacam mitigasi yang lambat dilakukan pemerintah, terutama kementerian yang berkaitan dengan pangan karena sibuk kampanye," kata Bhima saat dihubungi Suara.com Jumat (1/9/2023).
Padahal kata Bhima, sinyal kenaikan harga beras ini sudah bisa diprediksi sejak lama, pertama karena adanya El Nino atau musim kemarau yang panjang, kedua karena adanya proteksi dagang yang dilakukan sejumlah negara sehingga mengganggu jalur distribusi pangan global.
"Sementara sudah ada sinyal dari El Nino yang bisa berpengaruh terhadap produktivitas tanaman pangan, kemudian juga sudah ada indikasi sejak lama proteksi dagang, sekarang India dan sebelumnya Ukraina ada banyak negara yang sedang melakukan pengamanan pasokan pangannya," paparanya.
Sementara itu kata dia Indonesia masih terlihat santai dalam menghadapi dua ancaman tersebut, sehingga saat ini harga beras melambung tinggi hingga mencapai level tertinggi.
"Indonesia masih terlalu santai dalam mengatasi permasalahan disektor pangan termasuk soal stabilisasi harga," katanya.
Selain itu Bhima juga menuding bahw apemerintah tidk belajar dari kasus yang pernah terjadi di 2022 soal kelangkaan minyak goreng hingga menyebabkan harganya melambung tinggi.
Baca Juga: Ternyata Ini Biang Keladi Harga Beras Terus Naik
"Kita tidak juga belajar pada 2022 pada waktu itu ada CPO ada masalah minyak goreng, seharusnya pemerintah belajar banyak dari kasus fluktuasi harga pangan yang liar dan jangan terjadi pada beras," katanya.
Padahal kata dia urusan beras di Indonesia ini tidak semata-mata urusan pangan masyarakat. Beras juga menentukan pasang surut kekuasaan politik.
"Jadi di tahun politik ini kalau pengen naik elektabilitasnya maka urusan pangan ini menjadi urusan yang prioritas utama termasuk dari segi anggaran," celetuknya.
Selain itu dirinya juga mengingatkan kepada Presiden Jokowi agar urusan perut rakyat adalah yang utama sehingga menteri-menteri di bagian pangan dan ekonomi yang terafiliasi dengan partai politik itu harus fokus bekerja.
"Kalau engga ganti dengan menteri yang profesional," katanya.
Sebelumnya data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi harga beras melesat sangat tinggi pada Agustus 2023, bahkan tingkatnya melampaui level inflasi yang tercatat sudah tinggi pada Juni 2012.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang