Tercatat, tahun ini ada 5.616 insan Pupuk Indonesia yang tergabung dalam 3.366 gugus inovasi dari seluruh perusahaan PI Grup, atau naik sebesar 129 persen yang dihitung berdasarkan jumlah inovasi maupun tingkat partisipasi pada konvensi.
Sejalan dengan itu, PIQI pun berkembang dengan tiga ketegori baru yakni Sustainability, Digital dan Growth, sebagai kesinambungan semangat dalam mendorong Pupuk Indonesia menjadi top 10 global fertilizer company yang kian kompetitif, dengan menghasilkan nilai tambah melalui pemanfaatan teknologi terkini untuk meningkatkan revenue.
"Ini menunjukkan gerakan inovasi telah mendarah daging di lingkungan PI Grup, dengan saling dukung dan berkolaborasi melahirkan berbagai gagasan untuk kemajuan perusahaan,"ujar Panji.
Menurut Panji, inovasi yang dihasilkan tidak hanya sebatas gagasan tapi juga memberi dampak terhadap produktivitas dan efektivitas kinerja di tiap perusahaan PI Grup. Dimana dari inovasi tersebut, Pupuk Indonesia berhasil mengidentifikasi potensi benefit mencapai Rp2,5 Triliun dalam setahun.
Untuk itu, Panji pun mendorong anak perusahaan dapat melakukan scalling up inovasi dengan penerapan secara penuh di seluruh lini bisnis, sehingga dapat meningkatkan performa perusahaan dan nilai efisiensi yang lebih optimal.
"Tugas kita sekarang adalah berkolaborasi dan menerapkan inovasi ini pada skala lebih besar, untuk menjaga sustainability perusahaan sekaligus wujud kontribusi bagi bangsa dan negara," pesan Panji.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, menyampaikan inovasi merupakan kunci utama dalam menjaga sustainability, sekaligus menjawab berbagai tantangan dan aspirasi pasar untuk meningkatkan nilai tambah perusahaan.
Dan konvensi PIQI menjadi wadah yang mampu menjawab hal tersebut, dengan mengedepankan kolaborasi dan saling dukung pemanfaatan teknologi antar perusahaan Pupuk Indonesia Grup.
Hal itu melihat contoh konkret beberapa tahun terakhir, dimana inovasi yang dihasilkan tidak hanya dimanfaatkan pada satu lingkup tapi juga antar anak perusahaan Pupuk Indonesia dalam merespon beragam persoalan yang dihadapi.
Baca Juga: Pupuk Kaltim Perkuat Posisi di Industri Kelas Dunia
Hal ini menunjukkan semangat kolaborasi antar perusahaan kian meningkat, sebagai kesadaran bersama untuk mewujudkan perusahaan yang kompetitif dan tumbuh berkelanjutan.
"Terlebih tiap perusahaan Pupuk Indonesia Grup memiliki karakter tersendiri dan saling mengisi dengan lainnya, sehingga kedepan inovasi yang dihasilkan semakin meningkatkan daya saing perusahaan di tingkat global dengan berbagai terobosan," ungkap Rahmad Pribadi.
Berdasarkan penilaian tim juri, terjaring 15 gugus terbaik sebagai finalis PIQI 2023. Seluruhnya terbagi dalam lima kategori, yakni Top Score, Best Growth, Best Sustainability, Best Digital dan Best Idea, dengan Champion PKM ACIST dari Pupuk Sriwijaya (Pusri) Palembang. Sedangkan tim tuan rumah Pupuk Kaltim, menduduki posisi runner up melalui PKM 1 Vib Excellent.
Sementara untuk pelaksanaan PIQI 2024 mendatang, dipercayakan kepada Pupuk Sriwijaya (Pusri) Palembang sebagai lokasi konvensi yang dipilih berdasarkan pengundian terbuka, dengan kesepakatan bersama seluruh perusahaan di lingkungan Pupuk Indonesia Grup.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital
-
Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok
-
Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah
-
Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar
-
ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit
-
ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana
-
Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana
-
Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini
-
Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker
-
Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja