Suara.com - Haji Isam alias Andi Syamsuddin Arsyad adalah pengusaha yang lahir pada tahun 1968 di Batu Licin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Ia berasal dari keluarga pengusaha yang memiliki usaha di bidang perdagangan dan perkebunan.
Pria ini menempuh pendidikan dasar dan menengah di kampung halamannya, kemudian melanjutkan ke perguruan tinggi di Banjarmasin.
Haji Isam memulai karier bisnisnya dengan menjadi pedagang beras bersama ayahnya. Ia kemudian beralih ke bisnis batu bara pada tahun 1997 dengan mendirikan PT Jhonlin Baratama, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi, penambangan, dan pemasaran batu bara.
PT Jhonlin Baratama kemudian berkembang menjadi Jhonlin Group, yang saat ini sudah memiliki lebih dari 20 anak usaha di berbagai sektor.
Haji Isam dikenal sebagai sosok yang visioner, inovatif, dan dermawan dalam mengembangkan bisnisnya.
Pria berusia 55 tahun ini kemudian berhasil membawa Jhonlin Group menjadi salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia, dengan nilai aset mencapai Rp 15 triliun pada tahun 2019 lalu. Ia juga mendapatkan berbagai penghargaan dan pengakuan dari pemerintah dan lembaga terkemuka, seperti Kadin, MURI, dan lain-lain.
Selain perannya di Jhonlin Group, Haji Isam juga aktif di organisasi sosial dan keagamaan. Saat ini, Ia menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Haji Indonesia (IKHAJI) Kalimantan Selatan.
Laporan Haji Isam pada Tempo
Baru-baru ini, nama Haji Islam cukup banyak menarik perhatian publik karena kasus hukum yang menimpa PT Jhonlin Baratama, salah satu anak usaha Jhonlin Group.
Baca Juga: Toko Daging Nusantara Buka Gerai di Bandung, Warga Dilibatkan sebagai Mitra
Haji Isam, pengusaha batu bara dan pemilik Jhonlin Group, melaporkan media Tempo ke Dewan Pers pada Agustus 2023.
Ia merasa dirugikan oleh pemberitaan Tempo yang mengungkap adanya dugaan penggelapan pajak oleh PT Jhonlin Baratama, salah satu anak usaha Jhonlin Group.
Ia meminta Tempo meminta maaf kepada dirinya di 15 media nasional cetak, elektronik, dan online masing-masing dua kali penerbitan dalam bentuk iklan terbuka. Ia juga membuka kemungkinan penyelesaian melalui jalur hukum pidana maupun perdata jika penyelesaian di Dewan Pers tidak memuaskan.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
-
Pertumbuhan Ritel Indonesia Melesu di Kuartal II 2023
-
Silsilah Keluarga Tomy Winata, Konglomerat Pemilik PT MEG Dikaitkan Pro Kontra Rempang Eco City
-
Siapa Ardhan Leemy? Pengusaha Properti Beri Aldi Taher Rumah Mewah Gratis
-
Siapa Tomi Winata, Pengusaha Pendukung Jokowi di Balik Proyek Rempang City Batam
-
Toko Daging Nusantara Buka Gerai di Bandung, Warga Dilibatkan sebagai Mitra
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak
-
BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!
-
Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar
-
Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!
-
Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce
-
Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi
-
Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana
-
Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan
-
BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri
-
Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?